Kesehatan

Viral : Jagat Media Sosial Heboh dengan Kembali Munculnya Serangga Tomcat yang Mematikan

Jagat media sosial kembali ramai dengan kabar tentang semut Charlie yang viral.

DALAM beberapa pesan yang beredar berisi foto seorang bayi dengan kulit penuh ruam mirip luka bakar, foto serangga kecil mirip semut dengan ekor lancip, dan keterangan bahwa bayi tersebut korban gigitan semut Charlie.

Terkait kabar tersebut, Kominfo telah menyampaikan bahwa kabar ini hoaks dan merupakan foto lama yang dikemas ulang.

"Foto bayi tersebut merupakan bayi yang terkena sindrom linear nevus sebaceous, sebuah penyakit yang disebabkan oleh mutasi pada gen. Adapun semut Charlie yang disebut-sebut berbahaya tersebut sebenarnya merupakan serangga rove beetle atau populer dengan nama tomcat di Indonesia," tulis Kominfo dalam keterangan singkatnya.

Terjerat Kasus Narkoba, Jerry Aurum Menyesal dan Minta Maaf kepada Teman-teman dan Keluarga

Stefano Cugurra Tegaskan Bali United Siap Hadapi Kalteng Putra Meski Persiapan Mepet

Jarwo Kwat Terkejut Mendengar Penahanan Komedian Nurul Qomar Karena Dugaan Pemalsuan Ijazah

Namun, seperti apa semut Charlie di mata ahli serangga?

Menjawab pertanyaan itu, Kompas.com menghubungi Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi. Menurut Cahyo, serangga ini sebenarnya bukan semut, melainkan kumbang (Coleoptera) dari famili Staphylinidae. Hewan ini dikenal dengan nama ilmiah Paederus fuscipes dan di Indonesia lebih dikenal dengan nama tomcat.

"Seperti kelompok kumbang lain, secara umum (P fuscipes) memiliki tiga bagian tubuh, yaitu kepala, dada, dan perut dengan tiga pasang kaki dan memanjang," kata Cahyo kepada Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Tomcat di dalam tabung. Tomcat di dalam tabung. Hewan berukuran 7-8 milimeter ini memiliki warna cerah, terutama kuning dan oranye pada rongga dadanya.

Selain itu, dia memiliki sayap separuh dan antena berbentuk benang yang memanjang. Cahyo membenarkan, kumbang ini memiliki zat tertentu yang mampu menyebabkan kulit seperti terbakar dan melepuh.

Lewis Hamilton Tolak Disalahkan sebagai Penyebab Tidak Serunya F1

Terekam CCTV, Maling Burung Cucakrawa Senilai Rp 8,5 Juta di Bekasi Cekatan dan Santai Saat Beraksi

Di Indonesia Open 2019, Susy Susanti Ingin Pertahankan Gelar Ganda Putra

“Ini merupakan hasil endosimbiosis antara racun pada tomcat dan bakteri,” kata dia.

Ketika kumbang tomcat merasa terganggu, dia dapat mengeluarkan racun yang disebut pederin. Jika sudah menempel ke kulit, racun itu akan menimbulkan inflamasi atau peradangan.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved