Berita Video

VIDEO: Kota Jakarta Berusia 492, Begini Harapan Penyandang Tuna Netra untuk Fasilitas Disabilitas

"Waktu pertama ke Jakarta tahun 1992 itu Jakarta enggak enak banget, kalau dibilang lebih kejam dari Ibu tiri ya benar.

VIDEO: Kota Jakarta Berusia 492, Begini Harapan Penyandang Tuna Netra untuk Fasilitas Disabilitas
Warta Kota
Yogi Madsoni (46), seorang tuna netra yang sudah 27 tahun bermukim di Ibu Kota saat ditemui di kediamannya, Cipinang Muara, Jatinegara, Selasa (25/6). 

Kota Jakarta baru saja merayakan hari ulang tahunnya yanh ke-492 tahun pada Sabtu (22/6) lalu. Dalam perjalanannya, ibu kota mengalami banyak perubahan pada fasilitas dan sistem tata kota.

Sudahkah Jakarta ramah disabilitas pada setiap perubahan tata kotanya? Yogi Madsoni (46), seorang tuna netra yang sudah 27 tahun bermukim di Ibu Kota berkeluhkesah terkait fasilitas di Jakarta bagi penyandang disabilitas.

Ia menyatakan, jargon kejamnya Ibu tiri tak sekejam Ibu Kota yang pernah dijadikan judul film sudah dicicipi pria yang berprofesi sebagai tukang pijat dan karib disapa Soni ini.

"Waktu pertama ke Jakarta tahun 1992 itu Jakarta enggak enak banget, kalau dibilang lebih kejam dari Ibu tiri ya benar. Memang kejam, apalagi buat penyandang disabilitas," kata Soni di Jatinegara Jakarta Timur, Selasa (25/6).

Terkendala penglihatan, Soni cukup mengalami kesulitan saat menumpangi bus kota. Ia pun selalu diselak penumpang lain yang ogah mendahulukan penyandang disabilitas.

Ketika di bus Soni masih harus berebut kursi dengan penumpang lain, hasilnya dia harus rela berdiri hingga bus tiba di tempat tujuan.

"Enggak kebayangkan kalau tuna netra harus berebut tempat duduk di bus. Ketika turun juga susah karena kita enggak tahu sudah sampai di tujuan atau belum," ujarnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Jakarta Timur itu menyebut, kala itu DKI merupakan kota yang tak ramah bagi disabilitas.

VIDEO: 26 WN Nigeria Lakukan Kejahatan Siber di Tangerang, Dicokok Imigrasi

VIDEO: Puan Maharani Akui Dirinya Calon Kuat Ketua DPR RI 2019-2024

VIDEO: Update PPDB DKI, Hari Kedua Orangtua Masih Berdatangan untuk Mendaftar di SMAN 13 Koja

Hal itu mendorong Soni bersama penyandang disabilitas lainnya melakukan sejumlah pergerakan guna menuntut perubahan agat Jakarya lebih ramah bagi kaum disabilitas.

"Memang beberapa tahun belakangan transportasi umum sudah lebih ramah ke penyandang disabilitas, tapi belum sepenuhnya. Baru dari satu aspek saja, seperti ubin pemandu di stasiun," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved