Berita Bekasi

TERUNGKAP, Separuh Lahan Jembatan Layang Rawapanjang dan Cipendawa Belum Dibayar

Lahan pembangunan jalan layang (fly over) Rawapanjang dan Cipendawa di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi belum seluruhnya dibebaskan.

TERUNGKAP, Separuh Lahan Jembatan Layang Rawapanjang dan Cipendawa Belum Dibayar
Warta Kota/Muhammad Azzam
Jembatan layang atau flyover Cipendawa di Jalan Narongong, Kota Bekasi, sedang dalam proses pembangunan. 

Lahan pembangunan jembatan layang (fly over) Rawapanjang dan Cipendawa di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi belum seluruhnya dibebaskan.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi menyatakan, ada sekitar 5.400 meter persegi lahan milik warga di dua titik tersebut yang belum dibebaskan.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas BMSDA Kota Bekasi Widayat Subroto mengatakan, penyebab belum dibayarnya lahan warga itu karena dana kemitraan dari Provinsi DKI Jakarta belum masuk ke kas daerah Kota Bekasi.

"Dananya belum masuk, mungkin bulan Juli karena sekarang dalam tahap administrasi," kata Subroto pada Selasa (25/6/2019).

Menurut dia, pembebasan tanah di fly over Cipendawa membutuhkan lahan sekitar 13.000 meter persegi, sedangkan fly over Rawapanjang sekiar 7.000 meter persegi.

 Dianggap Lecehkan Umat Hindu, Konser Via Vallen Dikecam Ormas Bali Gara-gara Poster Ini

 Al Ghazali Susul Dul Jaelani Tinggal di Rumah Maia Estianty, Begini Curhatnya

 Gara-Gara Bilang Begini, Bambang Widjojanto Jadi Bahan Tertawaan Advokat Dunia

 Bambang Widjojanto Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres, Pengamat: Ada Banyak Drama

Dari kebutuhan tanah itu, pembebasan lahan yang sudah dilakukan di fly over Cipendawa sekitar 7.800 meter persegi, sedangkan fly over Rawapanjang sekitar 6.800 meter persegi.

"Untuk lahan fly over di Cipendawa sekitar 40 persen lagi, sedangkan Rawapanjang sekitar 200 meter lagi atau sedikit lagi akan kita bebaskan," ujarnya.

Hingga kini, kata dia, lembaganya masih menunggu dana kemitraan yang dijanjikan Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan lanjutan fly over tersebut sebesar Rp 403 miliar. 

Rinciannya, pembangunan fly over Cipendawa menelan dana Rp 286 miliar, sedangkan flyover Rawapanjang Rp 117 miliar.

"Selain untuk pembangunan flyover, dana itu juga diperuntukan membayar lahan milik warga yang terkena proyek tersebut," jelasnya.

 VIRAL di Media Sosial Gigitan Semut Charlie atau Tomcat Bikin Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

 Oknum PNS Wanita Digerebek saat Asik Selingkuh dengan Pria Lain, Ngaku ke Suami Sudah Menikah Lagi

 Persatuan Alumni 212 Bakal Geruduk MK saat Sidang Putusan, Dahnil Anzar: Nggak Bisa Dilarang

 Ibu Ini Syok dan Naik Pitam, Tahu Anaknya Masih SMP Kirim Foto Syur ke Kekasihnya Via WhatsApp

Sampai Maret 2019 lalu progres pembangunan flyover Cipendawa di Jalan Raya Narogong Kecamatan Rawalumbu sudah mencapai 55 persen.

Sedangkan fly over Rawapanjang di Kecamatan Rawalumbu sudah mencapai 40 persen.

Untuk flyover Cipendawa sudah menelan biaya sekitar Rp 116 miliar dengan rincian pengadaan lahan Rp 40,5 miliar dan konstruksi Rp 76 miliar.

Kemudian untuk flyover Rawapanjang telah menghabiskan sekitar Rp 210 miliar dengan rincian konstruksi sebesar Rp 155,5 miliar dan pengadaan lahan mencapai Rp 55,5 miliar. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved