Setelah Blokir Jalan Perimeter Utara Bandara Soetta, Warga Ancam Bakal Terbangkan Layang-layang

Tapi kalau warga mengancam akan menaikan layangan di sekitar bandara, kami akan melakukan langkah atisipasi,

Setelah Blokir Jalan Perimeter Utara Bandara Soetta, Warga Ancam Bakal Terbangkan Layang-layang
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Aksi ratusan warga membawa bendera kuning di Jalan Perimeter Utara sebagai bentuk duka cita 

Situasi semakin memanas setelah warga memblokir Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Senin (24/6/2019) lalu.

Kini mereka mengancam akan mengganggu penerbangan dengan menggunakan layang - layang di sekitar bandara.

Sontak PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soetta pun bereaksi terkait aksi warga ini.
Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, menyatakan, pihaknya siap hadir untuk melakukan mediasi bersama warga.

“Untuk aksi blokir jalan, sampai saat ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Soetta. Tapi kalau warga mengancam akan menaikan layangan di sekitar bandara, kami akan melakukan langkah atisipasi,” ujar Yado kepada Warta Kota, Selasa (25/6/2019) kepada Wartakotalive.com.

Menurut Yado, aksi warga menaikan layang - layang itu dapat mengganggu pergerekan pesawat. Dan lebih parah lagi membahayakan orang banyak.

“Jelas ini sangat menganggu. Demo dibolehkan saja tidak ada yang melarang. Tapi kan tidak harus mengganggu ketertiban umum,” ucapnya.

Yado mengklaim terkait proses ganti rugi pihaknya sudah menaati aturan hukum. PT Angkasa Pura II telah menitipkan uang ganti rugi untuk warga tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

“Kami lakukan proses konsinyasi. Uang sudah dititipkan ke PN karena memang ada sengketa antara warga dengan warga lainnya. Sehingga menimbulkan permasalahan seperti ini,” kata Yado.

Dirinya berharap agar masyarakat dapat menyelesaikan persoalan ini dengan proses musyawarah. Tanpa harus melakukan aksi unjuk rasa yang malah merugikan banyak orang lainnya.

“Kami siap diajak untuk musyawarah. Sebenarnya ini kan yang bersengketa antara warga dengan warga di sekitar situ terkait lahan yang dibayarkan. Kalau sampai ada aksi menggagu ketertiban umum, kami akan berkoordinasi dengan pihak berwajib guna mengantisipasi persoalan ini,” paparnya.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, ratusan warga dari Desa Rawa Rengas, Kabupaten Tangerang melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta kemarin.

Demo itu pun semakin bergejolak diwarnai pembakaran ban bekas dan kayu.

Bahkan akses jalur Perimeter Utara lumpuh tidak bisa dilewati kendaraan. Masyarakat menutup jalan itu dengan sejumlah bongkahan batu, kayu serta pohon pisang.

Mereka menuntut agar PT Angkasa Pura segera membayarkan uang ganti rugi terkait pembebasan pembangunan landasan pacu pesawat atau runway 3 Bandara Soetta.

Warga pun mengancam akan terus melakukan blokade jalan sampai tanggal 28 Juni 2019 atau hingga pihak PT Angkasa Pura II membayar ganti rugi lahan yang berdampak proyek tersebut.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved