Rabu, 8 April 2026

Metode Deteksi Dini Kanker Payudara yang Cepat, Murah, dan Efektif oleh Mahasiswa Farmasi Unpad

Mahasiswa Farmasi Unpad Kembangkan Metode Deteksi Dini Kanker Payudara yang Cepat, Murah, dan Efektif

tribunjabar/hilda rubiah
Dari kiri ke kanan, Risda Rahmi Islamiaty, Kevin Reinard Lie, Pembimbing Prof. Muchtaridi, dan Luthfi Utami Setyawati. Mahasiswa Farmasi Unpad Kembangkan Metode Deteksi Dini Kanker Payudara yang Cepat, Murah, dan Efektif 

Tiga mahasiswa Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad) mengembangkan metode baru mendeteksi dini kanker payudara.

Mereka adalah Luthfi Utami Setyawati, Risda Rahmi Islamiaty, dan Kevin Reinard Lie.

Untuk mengembangkan metode yang lebih efektif itu, ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi itu dibimbing oleh Prof Muchtaridi, dalam Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang didanai Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2019.

Penelitian tersebut dilakukan bekerja sama dengan pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Bandung yang dibantu oleh Wiwit Nurhidayah, Maula Eka Sriyani, Rizky Juwita, dan Eva Maria.

Dalam laporan yang diterima Tribun Jabar dijelaskan bahwa metode deteksi dini tersebut menggunakan campuran obat dengan bahan radioaktif yang disebut dengan radiofarmaka.

Adapun senyawa yang digunakan dalam metode ini adalah senyawa 99mTc – α-mangostin & 131I – α-mangostin.

Senyawa-senyawa tersebut dipercaya dapat mendeteksi dan mengobati kanker payudara.

Menurut Lutfi, dalam pembuatan senyawa radiofarmaka, perlu diperhatikan keberhasilan dari pembuatan dari radiofarmaka itu.

Oleh karena itu diperlukan metode untuk menganalisa keberhasilan pembuatan radiofarmaka tersebut.

“Metode yang kami kembangkan ini merupakan metode baru yang green material (bahan baku dari tanaman), lebih cepat, murah, dan efektif untuk menentukan keberhasilan pembuatan radiofarmaka,” kata luthfi Utami.

Risda Rahmi mengatakan hasil dari pada penelitiannya itu kini sudah positif dapat digunakan.

Sebagai validasi saat ini temuannya tersebut dalam tahap masa uji coba lanjutan.

Metode analisa radiofarmaka tersebut telah didapatkan hasil yang memuaskan, dimana senyawa yang mereka gunakan sudah siap untuk uji keamanan.

Adapun Risda menceritakan, mereka mendapatkan inovasi pengembangan metode tersebut dari matakuliah radiofarmaka.

"Di bidang kesehatan radiofarmaka ini biasa digunakan untuk pengobatan kanker, maka kami mencari tren penyakit kanker beberapa tahun ke belakang," ujarnya.

Risda mengatakan timnya menemukan fakta bahwa hingga saat ini kanker payudara merupakan kanker yang banyak derita oleh kaum perempuan, bukan hanya di Indonesia tapi juga di penjuru dunia.

Risda berharap dengan metode radiofarmaka tersebut dapat mendeteksi kanker lebih dini sehingga memungkinkan orang-orang dapat mencegah dan melakukan pengobatan lebih dini.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved