Breaking News:

Lagi-lagi Bandar Narkoba Kendalikan Bisnis dari Dalam Lapas, BNN Minta Ditjen PAS Dirombak Total

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari meminta ada perombakan total di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah ganja asal Aceh sebanyak 300 kg yang diamankan BNN dari Cilegon, Banten, Rabu (16/5/2019). 

BNN baru saja mengungkap kasus bisnis peredaran narkoba yang lagi-lagi dikendalikan dari dalam Lapas Pariaman, Sumatera Barat.

Tak main-main, barang bukti yang diamankan ada sebanyak 27 ribu butir ekstasi dan 1 kilogram sabu pada Kamis (20/6) lalu.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengkritisi kepemimpinan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) atas maraknya kasus narapidana yang mengontrol peredaran narkotika dari penjara.

Diduga Banyak Napi Kendalikan Bisnis Narkoba dari Penjara, Puluhan HP Dibakar di Rutan Jambe

Meski dalam penanganan narapidana yang terlibat peredaran narkotika BNN selalu melibatkan Dirjen Pas, Arman mengaku heran karena kasus serupa justru berulang.

"Saya rasa ini semua karena tidak ada pengawasan, tidak ada pemimpinnya, makanya masalah ini terus muncul," kata Arman di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2019).

Dia menyebut Lapas dan Rutan di Indonesia sekarang dalam kondisi sakit dan sudah kronis sehingga perlu penanganan serius bila Indonesia hendak lepas dari status darurat narkoba.

Satnarkoba Polres Jakarta Barat Bongkar Industri Rumahan Produksi Sabu Berperalatan Modern

Meski tak secara gamblang, Arman menilai perlu adanya pergantian pimpinan dalam jajaran Ditjen Pas yang kini dipimpin Sri Puguh Budi Utami.

"Caranya ya orangnya yang harus diganti, untuk mengobati sakitnya Lapas yang hingga kini terjadi," ujarnya.

Hal ini disampaikan Arman dalam ungkap kasus peredaran narkotika dengan barang bukti 27 ribu butir ekstasi dan 1 kilogram sabu yang dikendalikan narapidana Rutan Kelas II B Pariaman berinisial HE.

Tirta Ajukan Resign Jadi Sipir, Ingin Beralih Bisnis Narkoba

Dalam ungkap kasus yang dihadiri Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Pas Lilik Sujandi, dia juga menyinggung lemahnya pengawasan dan keamanan yang menyebabkan kerusuhan di Lapas Narkoba Langkat.

Dia mempertanyakan keseriusan dan tanggung jawab jajaran Ditjen Pas dalam menjalankan program Revitalisasi Lapas dan Rutan yang digaungkan sejak pertengahan tahun 2018.

"Yang jelas pengawsan kurang, kemudian keseriusan kurang, dan terutama tugas serta tanggungjawabnya tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh," tuturnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved