Kesehatan

Depresi Itu Bukan Aib dan Jangan Abaikan, Kenali Gejala-gejalanya Berikut Ini

Pada beberapa pasien, depresi dapat memunculkan pikiran bunuh diri hingga tindakan bunuh diri itu sendiri.

Depresi Itu Bukan Aib dan Jangan Abaikan, Kenali Gejala-gejalanya Berikut Ini
Istimewa
Prof. Pratap Chokka (Profesor Klinis & Konsultan Psikiater) dari Kanada (kedua dari kanan) sedang menjelaskan hasil penelitian tentang gejala kognitif depresi kepada awak media di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (22/6/2019). 

Depresi lebih sering dilihat sebagai aib daripada sebagai penyakit, karena berkenaan dengan kesehatan mental, bukan fisik.. Kesadaran masyarakat bahwa depresi adalah penyakit sebagaimana penyakit lainnya, harus ditingkatkan..

ANDA pernah mengalami depresi? Jika ya,  saatnya untuk lebih peduli gangguan kesehatan ini. Jika diabaikan, penyakit mental ini akan berpengaruh terhadap kualitas hidup kita.

Depresi menjadi gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh manusia.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2017 menyatakan bahwa gangguan depresi kini menduduki peringkat keempat penyakit di dunia.

Sekitar 300 juta dari total populasi dunia menderita depresi.

Justin Bieber Jalani Perawatan untuk Atasi Depresi karena Ketenarannya

Pola Makan Kaya Serat dan Sayuran Bisa Meredakan Depresi dan Kecemasan

Pada tahun 2020 diprediksi beban yang diakibatkan oleh depresi menempati urutan  kedua setelah gangguan jantung dan pembuluh darah.

Penderita depresi di Indonesia juga cukup banyak.  Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi orang dengan depresi pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah sebesar 6 persen atau sekitar 14 juta orang.

Namun, tingginya angka prevalensi gangguan depresi tidak diikuti dengan meningkatnya pemahaman mengenai gangguan ini di dalam masyarakat.

Bahkan ada banyak stigma yang beredar mengenai depresi dan menghambat orang dengan depresi mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk bisa menjalani kehidupan kembali secara normal.

Prof. Pratap Chokka (Profesor Klinis & Konsultan Psikiater) dari Kanada (kedua dari kanan)  sedang menjelaskan hasil penelitian tentang gejala kognitif depresi kepada awak media di Hotel Shangri-La Jakarta,  Sabtu (22/6/2019).
Prof. Pratap Chokka (Profesor Klinis & Konsultan Psikiater) dari Kanada (kedua dari kanan) sedang menjelaskan hasil penelitian tentang gejala kognitif depresi kepada awak media di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (22/6/2019). (Istimewa)

Simposium

Untuk meningkatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghapus stigma pada orang dengan depresi serta membantu mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat, Lundbeck mengadakan simposium kesehatan pada 22 - 23 Juni di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat.  

Halaman
1234
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved