Belasan Wanita Terapis Pijat Plus-plus Tarik Selimut Tutupi Wajah karena Malu Terjaring Razia

“Kita lakukan rehabilitasi sosial bagi mereka yang sebagai korban dalam pelaksanaannya include bimbingan mental, rohani, pendidikan dan pelatihan

Belasan Wanita Terapis Pijat Plus-plus Tarik Selimut Tutupi Wajah karena Malu Terjaring Razia
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Belasan Perempuan Panik Terjaring Petugas Satpol PP Gerebek Tempat Pijat Cats Massage and Bar, Ruko Golden Boulevard BSD, Serpong, Tangerang, Selasa (25/6/2019). 

Belasan wanita terapis pijat plus-plus kocar-kacir saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan merazia tempat kerja mereka di panti pijat Cats Massage and Bar, Ruko Golden Boulevard BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (25/6/2019).

Para wanita yang berpenampilan seksi itu terlihat panik. Lantaran malu terjaring razia Satpol PP, mereka bergegas menarik selimut untuk menutupi wajah dan tubuhnya.

Selain 13 orang wanita yang diduga pekerja seks komersial berkedok terapis pijat itu, petugas juga memergoki tiga wanita terapis lainnya sedang melayani tiga pria hidung belang di tiga kamar terpisah di ruko yang terdiri dari tiga lantai itu.

Baik si wanita terapis pijat dan pelanggannya, sama-sama tampak pucat. Mereka kemudian diminta mengenakan pakaiannya sebelum dibawa petugas.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP Kota Tangerang Selatan, Muksin menerangkan, tempat prostitusi ini terbongkar setelah pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat.

“Informasi yang kami terima ruko panti pijat tersebut tidak ada tanda daftar usaha pariwisata dan ada dugaan dijadikan tempat asusila atau prostitusi. Sebelumnya kami selidiki dulu baru setelah itu kami gerebek,” ujar Muksin kepada Wartakotalive.com.

Selain menjaring para terapis pijat plus-plus tersebut, petugas Satpol PP juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi yakni alat kontrasepsi yang berada di bilik tempat asusila dan juga minuman alkohol yang diperjualbelikan.

“Kalau ada di bawah umur nanti kita limpahkan ke Polres Tangerang Selatan, hari ini (Selasa--red) kita bawa ke perlindungan perempuan dan anak,” ucap Muksin.

Direhabilitasi

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Tunasusila Dinas Sosial Tangerang Selatan, Hadiana menerangkan, para wanita terapis pijat yang terjaring razia ini akan menjalani proses rehabilitasi dua bulan dengan mengikuti berbagai pembekalan.

“Kita lakukan rehabilitasi sosial bagi mereka yang sebagai korban dalam pelaksanaannya include bimbingan mental, rohani, pendidikan dan pelatihan termasuk keluar dari situ dapet tool kit,” ujar Hadiana di Kantor Satpol PP Setu, Kota Tangerang Selatan.

Hardian menerangkan, meski hanya tiga yang tertangkap tangan, namun seluruh terapis di tempat itu tetap harus menjalani rehabilitasi.

“Semua (direhabilitasi), kalau sample hanya tiga, semua sama intinya,” ujarnya.

Jika sudah selesai menjalani proses rehabilitasi, mereka akan dikembalikan ke tempat asalnya untuk dan menerapkan pembekalan yang sudah diberikan.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved