Pilpres 2019

Bambang Widjojanto Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres, Pengamat: Ada Banyak Drama

Bambang menyebut, dalam sengketa Pilpres 2019 selalu yang dijadikan perbandingan adalah form C1 untuk buktikan selisih suara.

Bambang Widjojanto Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres, Pengamat: Ada Banyak Drama
TRIBUNNEWS.COM/FRANSISKUS ADHIYUDA
Bambang Widjojanto usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk lawan korupsi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017) malam. 

Ketua tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Wdjojanto akui sulit buktikan kecurangan sebagai pemohon sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Bambang Widjojanto hanyalah institusi negara yang bisa buktikan kecurangan.

“Siapa yang bisa buktikan (kecurangan) ini? Pemohon? Tidak mungkin. Hanya institusi negara yang bisa. Karena ini canggih,” kata Bambang di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Bambang menyebut, dalam sengketa Pilpres 2019 selalu yang dijadikan perbandingan adalah form C1 untuk buktikan selisih suara.

Bambang Widjojanto Sebut Pemilu 2019 Terburuk Sejak Era Reformasi, Ini Lima Indikatornya

Padahal, menurut Bambang, pembuktian kecurangan saat ini tak bisa lagi menggunakan cara-cara lama seperti membandingkan formulir C1.

Dia pun membandingkan MK yang bertransformasi ke arah modern dengan permohonan perkara daring dan peradilan yang cepat, maka pembuktiannya pun diharapkan dapat menjadi modern pula.

"Katanya speedy trial. Kalau speedy trial enggak bisa pakai old fashioned,” ujar dia.

Hal serupa dikemukakan oleh juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar.

Usai Sidang Gugatan Pilpres, Cawapres 02 Sandiaga Uno Kasih Tanggapan Seperti Ini

Menurut dia, dalam sidang MK, majelis perlu menggunakan paradigma progresif substantif.

“Agar kemudian tadi saya sebutkan paradigma hakim itu bukan lagi paradigma kalkulator, mahkamah kalkulator, tapi paradigmanya progresif substantif,” kata dia.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved