Akan Buang Sampah ke TPPAS Lulut-Nambo, Depok Diwajibkan Setor 'Duit Bau'

Akan Buang Sampah ke TPPAS Lulut-Nambo, Depok Diwajibkan Setor 'Duit Bau'. Ujicoba pengoperasian TPPAS) Lulut-Nambo di Kabupatem Bogor Mulai 2020.

Akan Buang Sampah ke TPPAS Lulut-Nambo, Depok Diwajibkan Setor 'Duit Bau'
Warta Kota/Gopis Simatupang
Gunungan sampah di TPA Cipayung, yang berada di Kecamatan Cipayung, Kota Depok, mencapai 20 meter, beberapa waktu lalu. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan ujicoba pengoperasian Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Maret 2020.

Menurut Lufiandi, Analis Perencanaan UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional (PSTR) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa barat, sampah warga Kota Depok akan digunakan sebagai objek ujicoba.

Pemerintah Kota Depok sendiri, katanya, telah mengajukan 300 ton sampah per hari dalam rencana ujicoba operasi tersebut.

Namun demikian, meski dapat dikabulkan, pelimpahan sampah orang Depok ke wilayah tetangga itu tidak gratis.

Apabila dikabulkan, Pemerintah Kota Depok wajib memenuhi syarat membayar tipping fee Rp 125.000 per ton, yang 10 persennya atau Rp 12.500, disiapkan sebagai biaya Kompensasi Dampak Negatif (KDN) alias 'duit bau' untuk warga sekitar.

Kewajiban menyetor 'duit bau' itu mirip dengan yang diterapkan kepada Pemprov DKI Jakarta yang membuang sampahnya ke TPST Bantar Gebang, Bekasi.

"Terkait KDN nanti Bupati Bogor yang akan mengaturnya berdasarkan SK Bupati yang akan dikeluarkan," kata Lufiandi kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Dia menjelaskan, Pemprov Jawa Barat menjadwalkan seluruh infrastruktur TPPAS Lulut-Nambo akan siap pada bulan Februari 2020.

"Bila ujicoba pada bulan Maret nantinya sukses, TPPAS Lulut-Nambo diproyeksikan mulai beroperasi secara resmi pada Juni 2020," bilangnya.

Bekasi Menunggu Dana Kompensasi Sampah Bantargebang, Prediksi Dana Kemitraan DKI Cair Juli 2019

TPA Cipayung Penuh

Untuk diketahui, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung yang jadi satu-satunya tempat sampah orang Depok, tak mampu lagi menampung seluruh produksi sampah.

Dengan produksi sampah mencapai 1.300 ton per hari, TPA Cipayung yang berada di Kecamatan Cipayung, Depok, hanya dapat menampung 700-800 ton di antaranya.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Iyay Gumilar, sebelumnya mengatakan, pihaknya telah berkali-kali meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar diizinkan membuang sebagian sampah ke TPPAS Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor, namun baru direstui tahun 2020.

Untuk mengakali agar gunungan sampah di TPA Cipayung tak sampai 'meletus', DLHK mengelola sebagian sampah di 32 Unit Pengolahan Sampah (UPS) dan 600 bank sampah yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Depok.

"Di UPS kan sampah bisa disortir dulu, dipadatkan, baru diangkut ke TPA Cipayung. Selain itu juga menghasilkan kompos dan briket," kata Iyay.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved