Ada Aparat Terlibat Selundupkan Lobster, Menteri Susi Pudjiastuti Tanggapi dengan Cara

Menteri KKP Susi Pudjiastuti meminta jajarannya untuk merapatkan barisan dalam menghalau penyelundupan benih lobster.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Istimewa
MENTERI Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti 

Dari hasil laporan Kompas Harian menyebutkan jika para penyelundup lobster banyak memanfaatkan pengepul dan penangkap lobster.

Mereka membawa benih lobster dari pelabuhan tikus di pesisi Sumatera bagian Timur.

Hal tersebut diketahui dari investigasi Kompas yang dilakukan selama Mei hingga Juni 2019.

Penyelundupan sudah tampak sejak awal, dari mulai benur lobster ditangkap di laut.

Benur ditangkap di perairan berkarang tempat habitat lobster.

Area tersebut tersebar di sepanjang Samudra Indonesia mulai dari pesisir barat Sumatera, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Salah satu penangkap dan pengepul benur adalah Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sementerara itu meski terlarang, penangkapan benur seperti di Pantai Binuangeun Banten dibiarkan aparat.

Padahal setiap hari ada sekitar 1.000 bagan dioperasikan untuk menangkap benur di sekitar pantai itu.

Pengepul benur juga bebas beroperasi padahal mereka adalah kaki tangan jaringan penyelundup.

Ternyata menurut hasil investigasi Kompas, para pengepul selalu berkomunikasi dengan bandar setiap kali akan mengirim benur.

Bandar yang dimaksud ialah merupakan warga negara asing.

Selain itu, dalam penyelundupan benur juga ternyata melibatkan aparat penegak hukum.

Hal tersebut diungkapkan Panglima Komando Armada I TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yudo Margono.

Pernah Ada Hubungan, Begini Kata Hotman Paris Ditanya Soal Kemungkinan Balik dengan Meriam Bellina

Menurutnya Armada I pernah gagal menangkap pengepul benur di perairan Bengkulu.

Setelah diselidiki, menurut Yudo ada anggota TNI AL yang membocorkan operasi penerbitan kepada pengepul.

“Dia sudah dibayar para preman dan pengepul sehingga setiap ada aparat masuk, dia yang memberi tahu. Kalau murni preman tidak mungkin sekuat itu. Pasti ada aparat,” terangnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved