Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Ayah Kandung Bayi Google: Nama Anak Saya Dibilang Unik

Setelah viral, ayah bayi bernama Google buka suara. Ia mengungkap alasannya memberi nama Google untuk anaknya. Eksklusif kepada Warta Kota.

Wawancara Eksklusif Ayah Kandung Bayi Google: Nama Anak Saya Dibilang Unik
Warta Kota/Muhammad Azzam
Google bersama ayahnya, Andi Cahya Saputra dan kakanya. 

Beberapa hari terakhir, seorang bayi di Bekasi, Jawa Barat, menyedot perhatian publik. Sebab oleh orangtuanya ia dinamai Google, mesin pencari alamat website.

Google merupakan anak kedua dari pasangan suami istri bernama Andi Cahya Saputra (31) dan Ella Karina (27). Google lahir secara normal pada 30 November 2018, dengan berat 2,8 kilogram.

Kepada wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam, Andi membagi latar belakang alasan memberi nama Google kepada anaknya.

Berikut petikan wawancara yang berlangsung di rumah kontrakan Andi di Gang Jereng, No 62, RT 02 RW 41 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (23/6) kemarin.

Bisa ceritakan alasan memberikan nama Google kepada anak Anda?
Saya memang sudah mempersiapkan referensi nama-nama untuk anak ketika lahir. Ada tiga kategori pilihan nama, mulai nama yang islami, nama secara umum, maupun nama yang terkait teknologi. Dari ketiga kategori itu, ada delapan nama yang sudah tercatat saya siapkan untuk memberikan nama anak ketika lahir.
Tapi ketika usia kandungan istri tujuh (7) bulan, yang nyangkut di pikiran saya itu namanya dari nama umum yakni Albar Dirgantara Putra. Jadi istilahnya nama itu nanti yang akan saya kasih ke anak saya.
Cuma saat menginjak sembilan bulan, kayaknya hati sama pikiran saya beda. Hati saya kurang cocok. Secara penyebutan nama itu (Albar Dirgantara Putra) bagus tapi hati saya kurang suka.
Nah saat lahir, anak saya kan harus dirawat di rumah sakit karena ada luka. Ketika antre di rumah sakit isi data nama pasien, spontan saya tulis 'Google'.
Dikira petugasnya bakal komentar jelek, malah petugasnya komentar bagus nih unik namanya. Saya senang dan tambah yakin bakal memberi nama anak saya Google. Sampai pembuatan akte saya tetap tulis nama anak saya Google, saya kan buat aktenya sekalian dibuatkan dari pihak bidannya.

Apakah istri dan keluarga sempat menolak nama itu?
Istri dan ayah saya menolak. Istri pun saya kasih tahu ya begitu, tadinya enggak setuju. Dari bapak saya juga sudah memberikan saran kalau engga mau diganti, ya tambahin apa gitu jangan cuman Google aja. Saya cuman bilang iya-iya saja sampai akhirnya akte anak saya jadi.
Kalau orangtua istri tidak terlalu mempermasalahkan nama anaknya itu. Hanya kala itu sempat tanya kenapa pendek amat namanya. Saya jawab nama ibu juga kan pendek, 'Siam' doang. Ya sudah akhirnya istri dan keluarga saat ini sudah tak mempermasalahkan kembali.

Foto Google beberapa saat setelah lahir.
Foto Google beberapa saat setelah lahir. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Apa harapan Anda terhadap pemberian nama Google?
Ini ide tertuang dari satu kepala saya sendiri. Saya enggak konsultasi sama orang lain, saya enggak tanya sama siapapun. Saya hanya sendiri dan sampai muncul nama Google ini.
Secara arti setiap negara pasti punya makna masing-masing. Tapi harapan saya itu anak saya itu bisa membantu banyak orang, bisa berguna buat banyak orang, intinya anak saya bisa seperti Google. Banyak dikenal orang, banyak membantu orang dan harapan lainnya yang tentunya dalam hal positif.
Siapa sih yang tidak kenal Google? Semua orang setiap hari pakai Google. Google juga dikenal bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia.
Orangtua memberi nama ada alasannya. Kalau orangtua beri nama Muhammad agar apa? Agar nama itu bisa meniru seperti Nabi Muhammad SAW. Tapi apakah anak itu akan sesuai dengan nama itu, ya kita pasrahkan saja.
Kan susah cari nama unik tapi berfaedah. Nah ini Google unik, simpel, tapi maknanya ini benar-benar luas. Sekarang itu karena Google banyak orang hidupnya yang berubah.
Ada yang tanya kenapa engga dikasih kepanjangan? Utamanya kan orang mengenal Google (saja), kalau di bawahnya itu sub judul atau sub bisnisnya saja.

Apakah sudah yakin memberikan nama Google?
Kalau saya yakin, tapi istri saya selalu ragu. Saya selalu mencoba yakinkan istri makna dari Google itu. Istri ketika itu selalu memikirkan nanti kalau sekolah gimana, teman-temannya gimana bakal diolok-olok atau nggak.
Tapi menurut saya tidak akan apa apa, sekarang kan zamannya modern. Banyak nama anak yang dibuat sekeren mungkin. Walaupun nama Google itu menurut orang enggak keren, tapi menurut saya itu keren dan penuh makna.
Awalnya istri saya selalu masih malu saat ditanya nama anaknya. Saat ditanya, istri selalu jawab 'baby boy' dan itu kadang buat saya kesal.
Tapi sekarang istri sudah mulai paham dan percaya diri saat ditanya nama anaknya. Saya sendiri sudah merasa senang ketika anak-anak di lingkungan rumah sudah mulai memanggil, 'Google... Google'... gitu saja saya sudah senang.

Ella bersama Goggle, putranya di rumah mereka di Bekasi.
Ella bersama Goggle, putranya di rumah mereka di Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Apakah pemberian nama Google supaya anak Anda tenar?
Saya sudah sering dengar bahasa itu, apalagi di media sosial (medsos). Anak saya kan ramai dibicarakan di medsos. Ada yang bilang saya cari perhatian, cari tenar, biar dipanggil orang Google biar dapat santunan dari Google.
Kami tidak ada pikiran ke situ tapi setelah ada omongan seperti itu kami aminkan saja. Kalau memang nanti kejadian berarti memang rezeki dari si Google. Tapi awalnya sama sekali engga ada pikiran, nanti ada santunan atau jadi karyawan Google, engga ada pikiran sama sekali.
Kalau mau ada pikiran itu, kenapa engga dari awal saja pas lahiran (tahun 2018). Ini juga viralnya kan tidak sengaja, dari komentar di facebook istri saya.

Apakah adanya komentar-komentar negatif tidak menggoyahkan untuk mengubah nama anak Anda?
Tidak, jangankan orang, bapak saya sendiri suruh ganti saya biarkan saja. Kalau Google sudah mulai besar atau sudah mulai memahami saya akan berikan pemahanan, saya jelaskan agar anak saya ini bangga dengan namanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved