Pembunuhan

Pura-pura Kehilangan, Pelaku Pembunuhan Wanita di Tangerang Sempat Ngeles

Pelaku pembunuhan sadis seorang wanita di Legok, Tangerang sempat berlagak kehilangan dan mendampingi keluarga korban ke kantor polisi.

Pura-pura Kehilangan, Pelaku Pembunuhan Wanita di Tangerang Sempat Ngeles
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Pelaku pembunuhan wanita di Legok Tangerang dihadirkan saat rilis di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (24/6/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Pelaku pembunuhan sadis seorang wanita di Legok, Tangerang sempat berlagak kehilangan dan mendampingi keluarga korban ke kantor polisi.

Diketahui, pelaku bernama Jaka Ria (18) merupakan tunangan korban yang bernama FSL (17) yang sudah menjalin kasih selama satu tahun.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho, Jaka ikut datang ke Polsek Legok bersama keluarga korban dan berpura-pura kehilangan.

Ini Sifat Unik Soekarno Terungkap saat Tak Punya Uang, Tokoh Partai hingga Pengusaha Dibikin Bingung

Ratu Film Panas Eva Arnaz Pilih Sambung Hidup dengan Jualan Lontong Sayur setelah Suaminya Hilang

Krisdayanti Operasi Plastik sampai Habis Ribuan Dolar Demi Senangkan Pria Ini, Siapakah Dia?

Raffi Ahmad Tuding Elvia Cerolline Pacar Settingan Billy Syahputra untuk Panas-panasi Hilda Vitria

Ramalan Zodiak Selasa 25 Juni 2019 Gemini Boros, Leo Fleksibel, Cancer Kurang Beruntung Nih

"Jadi dia (pelaku) ikut sama keluarganya, bilang sedih karena itu tunangannya," ujar Alexander dj Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (24/6/2019).

Ketika diusut penyidik, Jaka ternyata menyembunyikan perbuatan sadis yang sudah dilakukan terhadap FSL pada Jumat, 21 Juli 2019 lalu.

Bahkan Jaka berkilah tidak sedang bersama korban ketika hari nahas itu. Pria yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMP mengaku sedang memancing di sekitar rumahnya.

"Di kedua tangan pelaku ada luka cakaran, dia ngakunya luka saat memancing. Pas penyidik periksa ke tempat pancingnya, ternyata tempat itu sedang tidak dapat digunakan memancing," beber Alexander.

Hasil visum juga menunjukkan, pada bagian kuku korban terdapat kulit yang cocok dengan pelaku. Dari situ polisi menyimpulkan bahwa FSL sempat melakukan perlawanan ketika dicekik Jaka.

Perbuatan keji Jaka dilakukan di dalam mobil milik orangtuanya. Untuk menghilangkan jejak, pelaku yang panik kemudian memilih membuang korban di daerah yang sepi yakni di semak-semak di Kampung Kebon Baru, Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang.

Jasad FSL ditemukan oleh warga tergeletak dengan posisi badan terlungkup. Leher, kaki, dan tangannya terikat oleh tali rafia berwarna hijau.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, dari kesaksian pelaku kepada petugas, fungsi tali itu digunakan agar korban tidak memberontak jika kembali sadar setelah dicekik.

"Untuk memastikan korban meninggal dunia tersangka mengikatkan tali ke leher korban untuk memastikan korban dalam keadaan meninggal dan tidak melakukan perlawanan," ungkapnya.

Jaka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi dengan ancaman hukuman penjara paling lama seumur hidup akibat terjerat Pasal 80 ayat 4 undang-undang perlindungan anak ditambah pasal KUHP yaitu Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsider pasal 338 dan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved