PPDB

Persoalan NIK KK Invalid Jadi Keluhan Utama Orangtua Dalam PPDB SMP 2019

Persoalan NIK calon siswa tidak dapat diinput dalam halaman pendaftaran, alasannya karena KK belum mengalami pembaruan atau belum teregistrasi ulang.

Persoalan NIK KK Invalid Jadi Keluhan Utama Orangtua Dalam PPDB SMP 2019
Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana orangtua murid memenuhi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 255 Jakarta, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi umum, Senin (24/6/2019). 

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahap Zonasi Umum, yang dibuka serentak pada hari ini, Senin (24/6/2019) menyisakan beragam permasalahan bagi calon siswa didik baru.

Salah satunya adalah data Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Keluarga (KK) invalid.

Permasalahan yang umum dialami oleh para calon siswa tersebut diungkapkan Pengawas dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah II, Budi Raharjo umum dilaporkan oleh orangtua siswa di Posko Pengaduan PPDB 2019, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA ataupun SMK.

NIK calon siswa tidak dapat diinput dalam halaman pendaftaran, alasannya karena KK belum mengalami pembaruan atau belum teregistrasi ulang oleh Suku Dinas (Sudin) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur.

"Seperti hari ini, banyak yang mau ke SMP tapi KK-nya dibilang belum terupdate. Padahal seharusnya dari tingkat SD soal KK atau proses PPDB sudah disosialisasikan secara matang, jadi tidak ada yang bermasalah seperti sekarang ini," ungkapnya ditemui di SMP Negeri 103 Jakarta pada Senin (24/6/2019).

Kondisi tersebut ditunjukkan dari ramainya orangtua sebelum posko pengaduan dibuka pada pukul 07.00 WIB. Para orangtua diungkapkannya datang bersusulan karena NIK KK anaknya bermasalah, sehingga tidak bisa mendapatkan token untuk pendaftaran online.

"Seharusnya kan sebelum pendaftaran dibuka orangtua bisa cek NIK KK anaknya, jadi begitu dibuka tidak muncul masalah."

"Satu sisi, orangtua mau cepat (penyelesaian KK) karena takut anaknya tidak kebagian kursi, tapi kita tekankan kalau PPDB sekarang itu prioritas zonasi dan nilai, jadi jangan khawatir," ungkapnya.

Ustadz Abdul Somad Jelaskan 6 Hari Puasa Syawal Bisa Sekaligus untuk Melunasi Utang Puasa Ramadan

Fenomena Suhu Dingin yang Membeku Melanda Sejumlah Kawasan Seperti Bromo dan Dieng

Terkait banyaknya keluhan, dirinya meminta kepada para orangtua yang berasal dari wilayah 2 Jakarta Timur, antara lain Pasar Rebo, Cipayung, Ciracas, Pulogadung dan Kramatjati untuk menyambangi posko pengaduan wilayah II yang bertempat di SMPN 103 Jakarta, Jalan RA Fadillah, Pasar Rebo, Jakarta Timur maupun SMK Negeri 26 Jakarta, Jalan Balai Pustaka Baru I, Pulogadung, Jakarta Timur.

Namun, apabila berhalangan, orangtua dapat menyelesaikan masalah terkait administrasi kependudukan langsung ke loket Dukcapil di Kelurahan masing-masing tempat tinggal.

"Karena, sekarang, penyelesaian masalah KK ini bisa ditangani di Kelurahan, jadi orangtua tidak perlu lagi ke kecamatan atau kantor Sudin Dukcapil," jelasnya.

Aktivitas Orangtua Terganggu Demi PPDB Anak karena Harus Datang Pagi ke Sekolah

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved