Kamis, 7 Mei 2026

Gempa Maluku

Gempa Maluku Terjadi Hingga Australia, Masyarakat Berhamburan

Gempa di Banda, Maluku terasa hingga Darwin Australia. Masyarakat Darwin pun berhamburan ke luar gedung.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany |
Twitter @SowaibahH
Gempa bumi di Maluku Barat Daya terasa hingga Darwin Australia 

Gempa di Maluku Barat Daya terasa hingga negara Australia pada Senin (24/6/2019).

Orang-orang di Kota Darwin terlihat berhamburan setelah merasakan gempa 7,2 magnitudo.

Dalam video yang dibagikan akun twitter @SowaibahH warga berhamburan keluar gedung ABC News di Darwin setelah merasakan gempa.

Mereka terlihat berjajar di pinggir trotoar gedung.

“Penampakan di Kota Darwin ketika orang-orang mengevakuasi dari gedung pasca merasakan gempa di @abcdarwin,” tulis salah seorang reporter di ABC News itu.

Sowaibah juga melaporkan jika terjadi keterakan di beberapa bagian gedung ABC News.

“laporan keretakan pada bangunan tinggi di CBD Darwin. Tremor yang disebabkan oleh 7,2 gempa di Laut Banda. @abcnews,” jelasnya.

Diberitakan Dailymail.co.uk gempa berlangsung selama dua menit. Hingga kini belum ada laporan korban terkait gempa tersebut.

Dilaporkan gempa tersebut juga tidak berpotensi tsunami.

Salah satu penghuni apartemen di wilayah tersebut juga mengaku merasakan getaran yang terjadi saat tengah makan siang di apartemen CBD.

“Saya kira itu pesawat jet yang terbang rendah, dan istri saya berlari ke depan pintu,” kata salah seorang penghuni apartemen seperti dikutip Dailymail.co.uk.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya pusat gempa terjadi di Maluku bagian Barat Daya dengan kekuatan 7,7 Magnitudo.

“Mag:7.7, 24-Jun-19 09:53:39 WIB, Lok:6.51 LS,129.27 BT (245 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA), Kedlmn:231 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG,” tulis @InfoBMKG di halaman Instagramnya.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan resminya mengungkapkan setelah dilakukan pemutakhiran gempa tersebut terjadi 7,4 Magnitudo.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,44 LS dan 129,17 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 289 km arah barat laut Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku pada kedalaman 220 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Laut Banda.

Pihak BMKG pun menjelaskan jika penyebab gempa akibat dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan geser.

Pihak BMKG juga membenarkan guncangan terasa hingga Denpasar, Manokwari hingga Puncak Jaya.

“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Saumlaki V MMI, Tual III-IV MMI, Subawa dan Sorong III MMI, Dobo, Alor, Fak-Fak dan Kupang II-III MMI, Manokwari, Bima, Dompu, Banda, Waingapu, Ambon, Bula, Nabire, Merauke, Denpasar, dan Puncak Jaya II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” jelas BMKG.

Gempa susulan pun terjadi pada 10:53 WITA. Gempa 7,7 magnitudo itu dirasakan di Saumlaki sebesar IV-V MMI, Waingapu dan Tual sebesar III-IV MMI, Dobo dan Sorong sebesar III MMI juga Kupang, Rote, Ende dan Alor sebesar II-III MMI.

Di Nabire gempa dirasakan skala I-II MMI. “Hingga pukul 10.13 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” tulis Ramhat Triyono.   

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved