Breaking News:

Polisi Merasa Terbantu dengan Kehadiran Poliklinik Forensik dan Medikolegal

Sebab selama ini penanganan kasus kekerasan yang mengharuskan pemeriksaan visum, dilakukan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dewi Pratiwi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto saar meresmikan layanan poliklinik forensik dan medikolega RSUD Kota Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam) 

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota merasa terbantu dengan adanya poliklinik Forensik dan Medikolegal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi.

Sebab selama ini penanganan kasus kekerasan yang mengharuskan pemeriksaan visum, dilakukan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur yang berjarak cukup jauh dari Kota Bekasi.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari berharap ada bentuk kerjasama yang pasti antara lembaganya dengan Pemerintah Kota Bekasi mengenai fasilitas poliklinik Forensik dan Medikolegal.

Kata dia, kerjasama itu bisa tertuang dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU antar kedua belah pihak, sehingga sinergitas keduanya bisa terjalin dengan baik.

"Kalau sudah ada poliklinik seperti itu kan artinya sudah secara khusus, sehingga lebih optimal menangani kasus kekerasan ataupun pelecehan seksual. Apalagi ada istilah forensik, artinya Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah lebih bagus dan tentu kami sangat terbantu dengan adanya layanan ini," kata Erna pada Ahad (23/6/2019).

Menurutnya, kerjasama untuk proses visum tindak pindana antar kedua lembaga ini sebetulnya sudah terjalin sejak lama.

Kebutuhan visum untuk korban kekerasan dan pelecehan seksual proses visumnya dilakukan di RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, sedangkan penemuan mayat dilakukan di RS Polri Kramatjati.

"Untuk visum kasus pembunuhan, juga kami limpahkan ke RS Polri Kramatjati karena untuk kasus penghilangan nyawa orang lain diperlukan penanganan khusus dari tim medis sekaligus memudahkan penyidik polri dalam menangani kasusnya," ujar Erna.

Erna menambahkan, keberadaan fasilitas baru di RSUD Kota Bekasi yang lokasi hanya berjarak sekitar 500 meter dari Mapolres Bekasi Kota itu diharapkan bisa mengoptimalkan proses visum untuk kebutuhan penyidikan.

Dengan demikian, kasus dugaan kekerasan ataupun pelecehan seksual yang membutuhkan visum sebagai alat bukti dapat diperoleh lebih mudah.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved