Breaking News:

Kenalkan Budaya Betawi kepada Anak Zaman Now, Forsil Persibatra Usulkan Pencak Silat Masuk Kurikulum

Kita sudah mengeluarkan bersama DPRD Perda Budaya Betawi, tetapi sebelum itu kita sudah melaksanakan ektrakulikuler di sekolah-sekolah

Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Dewan Pembina Forsil Persibatra Kota Tangerang Selatan, Dudung Diredja di acara Lebaran Jawara, Jaletreng Riverpark, Serua, Tangerang Selatan, Minggu (23/6/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan) 

Pihak Forum Silaturahmi Persatuan Silat dan Budaya Tradisional (Forsil Persibatra) Kota Tangerang Selatan mengusulkan agar budaya Betawi khususnya pencak silat dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan.

Menurut Badan Pembina Forsil Persibatra, Dudung Direja, masuknya pencak silat ke kurikulum bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan betawi kepada anak muda zaman now sekaligus melestarikannya di era saat ini.

Saat ini, kata dia, pencak silat baru masuk ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah di Tangerang Selatan.

“Harapan Forsil Persibatra, ke depan budaya tradisi ini harus masuk ke kurikulum. Tahap awal kita sudah mengajak dinas pendidikan supaya pencak silat ekstrakurikuler itu sudah masuk,” kata Dudung di acara Lebaran Jawara, Jaletreng Riverpark, Serua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Minggu (23/6/2019) kepada Wartakotalive.com.

Selain itu, terdapat berbagai jurus dalam pencak silat, misalnya cingkrik, jalan enam, dan beksi.

Dari beberapa jurus itu, kata Dudung, harus ada yang disepakati untuk ditekuni dalam kurikulum.

Terlebih lagi, Dudung juga meminta guru silat yang berada di Tangerang Selatan diberi upah untuk kesejahteraan pihak yang menjaga budaya Betawi sampai saat ini.

“Coba ini guru silat dikasih honor, seperti halnya ngasih honor ke marbot, ngasih honor ke guru ngaji, kalau mau melestarikan ya seperti itu,” tuturnya.

Tradisi Betawi sendiri, kata Dudung, harus dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda sehingga berbagai budayanya dapat terus eksis serta tidak habis digerus zaman.

“Kegiatan-kegiatan semacam ini sangat diperlukan untuk generasi muda untuk melestarikan budaya jurus-jurus pencak silat,” tuturnya.

Gelar agenda betawi

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menyampaikan, pihak pemerintah sudah melakukan upaya untuk menjaga budaya Betawi dengan rutin menggelar beberapa agenda.

Ditambah lagi dengan adanya Perda Budaya Betawi yang dikeluarkan DPRD Kota Tangerang Selatan.

“Kita sudah mengeluarkan bersama DPRD Perda Budaya Betawi, tetapi sebelum itu kita sudah melaksanakan ektrakulikuler di sekolah-sekolah, ada latihan silat dan lainnya, ada lebaran betawi, festival lenong dan lainnya,” ungkapnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved