Berita Video
VIDEO: Lawang Sakepeng, Budaya Pernikahan Dayak Mirip Palang Pintu Betawi
“Lawang Sakepeng biasa digunakan pada saat acara-acara pernikahan, dari pihak laki-laki dan perempuan ada pemainnya masing-masing
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Hampir setiap daerah di indonesia memiliki tradisi pernikahan. Tidak terkecuali Suku Dayak, suku yang mendiami wilayah Kalimantan ini memiliki budaya penyambutan para pengantin yang bernama Lawang Sakepeng.
Mirip-mirip tradisi Palang Pintu Betawi, tradisi ini juga digelar untuk menyambut mempelai laki-laki.
“Lawang Sakepeng biasa digunakan pada saat acara-acara pernikahan, dari pihak laki-laki dan perempuan ada pemainnya masing-masing, mereka bertemu di satu titik garis,” ujar Falery Tuwan selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Tengah kepada Warta Kota di Taman Budaya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/6/2019).
Dalam rangka Festival Budaya Isen Mulang 2019 (FBIM), Lawang Sakepeng menjadi salah satu acara tradisi yang dilombakan.
“Lomba Lawang Sakepeng diadakan tiap tahunnya dalam rangka memeringati hari jadi Kalteng, ini adalah budaya seni turun temurun dari Suku Dayak sebagai suku terbesar di Kalteng,” papar Falery.
Menariknya, setiap daerah memiliki gerakan khas semacam silat namun dengan atraksi yang berbeda setiap daerahnya.
Tidak hanya lelaki yang memainkan tradisi ini namun juga perempuan, rata-rata mereka masih muda, bangga tentunya dengan generasi muda Borneo ini yang masih sangat peduli dengan tradisi.
• VIDEO: Teknisi PLN Tersangkut di Menara Sutet di Cipinang, Akhirnya Berhasil Dievakuasi
• VIDEO: Gubernur Ridwan Kamil Lantik Panitia Penyelenggara Haji Jawa Barat
• VIDEO: PKL Ikan Hias Jatinegara Mengaku Senang Dipindah ke Lokasi Baru
“Lomba ini dimaksudnya untuk mengenalkan daerah kami kepada daerah luar melalui dunia pariwisata,” kata Falery.
Setelahnya, Falery mengatakan kedepannya tak menutup kemungkinan Lawang Sakepeng akan coba dijadikan kejuaran ditingkat regional.
“Kami coba bangun Lawang Sakepeng ini sebagai olahraga tradisi karena ini kan bisa dikatakan olahraga, jadi bisa diikuti oleh daerah-daerah lainnya,” tutur Falery.
• VIDEO: PPDB SMK di Bekasi, Begini Perjuangan Orangtua Murid
• VIDEO: Tsania Marwa Menangis Sambil Cerita Gelang Terbaru Bertuliskan Nama Anaknya
• VIDEO: Rilis Single Ulangi, Aaliyah Massaid Mengaku Deg-Degan
FBIM merupaka gelaran tahunan yang kali ini berlangsung untuk ke 12 kalinya sejak pertama kali digelar pada 2007.
Selain gelaran budaya khas Suku Dayak, FBIM yang digelar dari 17-21 Juni 2019 ini juga memertandingkan 22 cabang lomba.
Adapun 22 cabang lomba tersebut adalah karnaval budaya, putra putri pariwisata, tari daerah, karungut, mangenta, malamang, panginan sukup simpan, mangaruhi, sepak sawut, maneweng manetek dan manyila kayu, jukung tradisional, serta besei kambe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lawang-sakepeng-budaya-pernikahan-suku-dayak.jpg)