Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Kebon Salak Condet di Pinggir Kali Ciliwung Bakal Tergusur Program Normalisasi

lahan miliknya yang termasuk dalam rencana pembebasan lahan mencapai 500 meter persegi dari total seluas 600 meter

Warta Kota/Dwi Rizki
Kebun salak warga di RT 09/06 Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur. 

Normalisasi Kali Ciliwung yang hendak dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di wilayah Kampung Gedong, Pasar Rebo hingga Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur tidak hanya menggusur pemukiman warga semata, tetapi turut menggusur ribuan meter kebun salak milik warga.

Kebun salak terdampak seperti yang dimiliki oleh Jahroh (66) warga RT 09/06 Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.

Disebutkannya, lahan miliknya yang termasuk dalam rencana pembebasan lahan mencapai 500 meter persegi dari total seluas 600 meter persegi lahan miliknya.

Namun, salak lokal asli condet yang telah ditanaminya bersama sang suami belasan tahun lalu kini tidak terawat sejak tahun 2015 lalu.

VIDEO: Suasana Pemadaman Api di Gudang Petasan dan Kembang Api Pasar Pagi Asemka

Alasannya karena dirinya mengetahui lahan bakal digusur pemerintah.

"Kalau kebon salak di sini itu ada ribuan meter, nggak tahu persis pastinya,. Saya aja ada 500 meter, karena memang dulunya itu memang orang-orang sini pada nanem salak," ungkapnya ditemui di kebun salak miliknya.

Oleh karena itu, dirinya berharap pembebasan lahan tidak hanya memperhitungkan luas lahan ataupun bangunan semata, tetapi juga tanaman yang ditanam warga.

Karena diakuinya, walau tidak lagi dirawat secara berkala, salak tersebut masih berbuah dan menjadi pendapatan tambahan warga setempat.

"Makanya kita cuma minta kepastian aja. Kalau saya emang nggak ngurusin soal pembebasan lahan, cuma orang laki aja yang ngurus ke kelurahan. Tapi kalau saya ditanya, mintanya ya di atas NJOP, sekarang sekitar Rp 3,5 juta," ungkapnya.

VIDEO: Festival Budaya Isen Mulang 2019 Diramaikan Lomba Seni Budaya Suku Dayak

Pantauan di lokasi pada Jumat (21/6/2019), kebun salak warga terlihat terhampar di sisi Kali Ciliwung.

Lahan yang tertanam salak dengan jarak 1,5 meter per rumpunnya itu terlihat tidak terawat hingga dipenuhi semak belukar dan sampah.

VIDEO: Teknisi PLN Tersangkut di Menara Sutet di Cipinang, Akhirnya Berhasil Dievakuasi

Begitu juga dengan rumah milik warga. Kondisi rumah warga terlihat memprihatinkan, banyak dari mereka enggan merenovasi rumah karena beranggapan lahan mereka akan dibebaskan.

VIDEO: Lawang Sakepeng, Budaya Pernikahan Dayak Mirip Palang Pintu Betawi

"Bisa dilihat sendiri bagaimana kondisinya, warga dilema, karena kalau direnov juga pasti nanti dibongkar. Jadi ya begini kondisinya," ungkap Musa (55) warga setempat menunjukan beberapa rumah rusak ditinggal warga. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved