Kasus Narkoba

Polda Metro Buru Bos Besar Sindikat Narkoba Internasional di Malaysia

Bandar narkoba asal Malaysia itu kini menjadi buronan Polda Metro Jaya dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polda Metro Buru Bos Besar Sindikat Narkoba Internasional di Malaysia
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat merilis sindikat narkoba jaringan internasional yang berhasil diungkap menyelundupkan sabu dan ekstasi dari Malaysia. 

"Mereka diupahi Rp 200 Juta jika berhasil membawa atau menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia. Uang Rp 200 Juta itu untuk tiga orang ini yang merupakan satu kelompok," katanya.

Menurut Argo dari pengakuan tersangka mereka sudah 6 kali beraksi menyelundupkan narkoba jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia yakni melalui Pontianak lalu ke Pulau Jawa dan Bali sejak akhir 2018.

"Pengakuannya sudah 6 kali beraksi dan berhasil menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi asal Malaysia ke Indonesia. Jumlah narkobanya bervariasi setiap kali penyelundupan, mulai dari 4 kg dan yang terbesar yang kami ungkap Juni ini yakni 10,5 Kg sabu dan ekstasi 369 butir," papar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/6/2019).

Meski begitu kata Argo, penyidik tidak serta merta percaya dan masih akan mendalami lebih jauh. "Sebab tak menutup kemungkinan mereka sudah lebih dari 6 kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia," katanya.

Argo menjelaskan sindikat narkoba ini menyelundupkan sabu dan ekstasi dari Malaysia dengan modus ship to ship atau dari kapal kayu ke kapal kayu lainnya di perairan lepas di Pantai Gosong, Kalimantan Barat, yang merupakan wilayah perbatasan dengan Malaysia.

"Mereka memilih perairan lepas di perbatasan Malaysia dan Kalbar untuk menyelundupkan narkoba, karena wilayah itu jarang terdeteksi," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/6/2019).

Bahkan kata Argo, ketiga orang sindikat narkoba ini menggunakan 3 HP satelit khusus untuk berkomunikasi yang juga dilengkapi GPS.

Komunikasi untuk menentukan posisi kapal kayu saat berada di perairan lepas saat mendistribusikan narkoba.

"Narkotika mereka bawa dari Malaysia mengunakan kapal kayu. Narkoba dikemas dengan alumunium foil dan ditaruh dalam tas besar. Tas ini kemudian diselundupkan dari kapal ke kapal melewati jalur laut dari Malaysia, Pontianak tujuannya, Jawa dan Bali," papar Argo.

Menurut Argo, pengungkapan sindikat narkoba ini merupakan hasil pengembangan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya atas kasus sebelumnya.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved