Mahfud MD Sebut Kesaksikan Keponakannya Hairul Anas di MK Mentah, Ini Tiga Alasannya

"Pertama, dia mengatakan ada pidato dari Moeldoko bahwa di demokrasi itu biasa curang. Semua orang kan bilang begitu

Mahfud MD Sebut Kesaksikan Keponakannya Hairul Anas di MK Mentah, Ini Tiga Alasannya
tangkap layar KompasTV
Keponakan Mahfud MD Hairul Anas saat menjadi saksi tim Prabowo-Sandi 

Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan itu menuturkan, ketika memberi pembekalan, dirinya menyampaikan dalam sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan, apa saja bisa terjadi termasuk kecurangan.

Pertamina Enduro Sponsori Pebalap Ali Adrian dalam Kejuaraan Asian Superbike 1000cc di Jepang

Sehingga dia mengingatkan para saksi Jokowi-Ma'ruf Amin agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan tidak meninggalkan TPS.

"Jadi ceritanya dalam sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan, apa saja bisa terjadi. Termasuk juga kecurangan, bisa terjadi. Untuk itu kalian para saksi harus bekerja sungguh-sungguh, berikutnya kalian harus militan," kata Moeldoko.

"Jangan banyak meninggalkan tempat, bahkan yang pakai kacamata saya tegaskan, kalian yang menggunakan kaca mata maju ke depan agar sungguh sungguh memahami apa yang dikerjakan oleh para penghitung suara itu," imbuhnya lagi.

Ridwan Kamil Ungkap Bandara Kertajati Batal Digunakan Pemberangkatan Haji 2019

Menurut Moeldoko, kesaksian Hairul Anas yang mengatakan bahwa kecurangan bagian dari demokrasi adalah "ngawur".

Sebab dirinya tak pernah sama sekali mengajarkan kecurangan kepada saksi-saksi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Itu lah, konteksnya seperti itu. Jadi tidak ada saya mengajarkan mereka untuk berlaku curang. Dalam sebuah demokrasi kecurangan adalah hal yang wajar, itu sebuah pelintiran yang ngawur," tambah matan Panglima TNI itu.

Moeldoko kembali menegaskan dirinya sama sekali pernah mengajarkan kecurangan kepada para saksi.

Justru dirinya menekankan para saksi untuk waspada jika ada kecurangan saat pencoblosan atau penghitungan suara

Segmen Rekreasi Dominasi Hingga 90 Persen Pendapatan PT Pembangunan Jaya Ancol

"Saya tidak pernah mengajarkan untuk berbuat curang. Nggak, nggak ada. Yang saya tekankan adalah bagaimana harus waspada, harus mencermati situasi, siapa tau nanti terjadi kecurangan. Itu lah, konteksnya seperti itu . Jadi jangan dibalik balik," kata Moeldoko.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved