Walikota Jakarta Selatan Ingatkan Pentingnya Pertanian Kota
Walikota Marullah Ingatkan Pentingnya Pertanian Kota. Seperti apa pertanian kota? Mari simak selengkapnya.
Penulis: Feryanto Hadi |
WALIKOTA Jakarta Selatan, Marullah Matali bersyukur masih ada masyarakat yang perduli dengan upaya melestarikan lingkungan salah satunya dengan mengaplikasikan konsep pertanian kota atau urban farming.
Ia pun tergeleng-geleng ketika menyaksikan lahan pertanian yang begitu subur saat berkunjung ke di Balai Penyuluh Pertanian Ragunan, Jalan Poncol Ragunan, Pasar Minggu, Jakarat Selatan pada Kamis (20/6).
Kedatangan Marullah ke lokasi itu dalam rangka menghadiri kegiatan Pra Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
• SMA 2 Jakarta Barat Tidak Terima Siswa Inklusi
• TERUNGKAP, 4 Strategi dan Cara KPAI Awasi Proses PPDB 2019. Ini Langkah-langkahnya
• Peminat SMAN 1 Depok Capai Ribuan, Kursi yang Tersedia Cuma 318
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara lomba, yang terkait dengan dunia perikanan dan pertanian.
“Hari ini sama-sama kumpul di Balai Penyuluhan Pertanian Ragunan untuk kegiatan yang jarang dilaksanakan, yaitu acara Pra Peda KTNA yang mayoritas pesertanya adalah KTNA. Acara ini jarang dilaksanakan, karena digelar hanya tiga tahun sekali,” kata Marullah.
Marullah menyampaikan, kegiatan ini dapat membangkitkan semangat dan memori yang ada, bahwa Jakarta bisa ditanam tanaman-tanaman pertanian. Kemudian banyak inovasi-inovasi seperti muncul bibit-bibit tertentu, terlebih lagi setelah ada teknologi tani kota atau istilahnya urban farming.
“Makanya sekarang tidak ada lagi alasan masyarakat di kota tidak bisa melakukan bertani. Ini baik sekali, karena meski lahan terbatas, namun kita masih bisa melakukan aktivitas pertanian,” ucapnya.
Marullah berharap, semoga peserta yang terpilih pada Pra Peda KTNA Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, dapat menunjukkan prestasi terbaiknya pada Peda KTNA di tingkat DKI Jakarta, dan bahkan bisa ikut pada Pekan Nasional pada Juni 2020 mendatang.
• Gambaran Kerjasama Gaya Khas Anak-anak yang Polos, Jenaka dan Apa Adanya di Film Koki Koki CIlik 2
• Pimpinan Dewan Geram Banyak Pejabat Pemkot Tangsel Pergi Tanpa Izin Saat Paripurna
• Bali United Vs PSIS Semarang, Irfan Bachdim Sebut Skuat Mahesa Jenar Harus Diwaspadai
“Jakarta Selatan dulu mayoritasnya adalah pertanian. Maka dari itu tunjukkan bahwa Jakarta Selatan memang masyarakat petani. Orang mengatakan bahwa tani itu sehat dan keren. Semoga KTNA dapat terus berperan menjaga eksistensi seorang petani, terutama di wilayah perkotaan ini,” tuturnya.
Sementara Kasudin KPKP Jaksel Wachyuni, menyampaikan, tujuan digelarnya Pra Peda KTNA yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, dan juga untuk mempromosikan informasi produk peternakan, perikanan dan pertanian. Ini juga dikaitkan dengan program PKT sehingga kelompok tani disertakan dalam program PKT.
“Pra Peda KTNA ini pesertanya dari 10 kecamatan. Untuk lombanya, ada lomba unjuk tangkas, asah terampil, temu karya, lomba stand. Lomba stand yang ditampilkan adalah produk-produk pertanian dan perikanan yang khas Jakarta dan unggulan," ucapnya.
• Selain Maia Estianty, Ternyata Ini Sosok Ibu Kedua Baginya, Bukan Mulan Jameela
• UNGKAP Belum Cukup Bukti, Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ajukan SP-3 Kasusnya ke Kapolda dan Kapolri
• Aaliyah Massaid Ungkapkan Perasaan Saat Meluncurkan Lagu Perdananya Berjudul Ulangi
Warga Kecamatan Pesanggrahan Latifah, yang ikut dalam lomba stand mengatakan, standnya menampilkan produk hasil pertanian dari petani-petani yang ada di Kecamatan Pesanggrahan.
“Yang ditampilkan adalah hasil olahan seperti jahe instan, ada bugis bayam hijau, minuman smoothie Pakcoy, ada minuman teh kembang Telang dan lainnya. ini merupakan hasil pertanian sendiri. Jadi tanaman-tanaman ini merupakan hasil bertanam di area pemukiman yang menggunakan sistem hidroponik. Jadi yang jadi lahan kami adalah tembok dan pagar kami,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wali-kota-jakarta-selatan-marullah-matali20190429.jpg)