Pemilu 2019

Terungkap, Kericuhan 21-22 Mei di Jakarta Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Terungkap fakta, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke DKI Jakarta mengalami penurunan.

Terungkap, Kericuhan 21-22 Mei di Jakarta Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Warta Kota/Alex Suban
Para perusuh memprovokasi polisi yang berjaga di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). 

Terungkap fakta, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke DKI Jakarta mengalami penurunan.

FAKTA itu tentu mengejutkan, karena secara kasat mata, perkembangan pembangunan fisik Ibu Kota menunjukkan peningkatan yang cukup pesat.

Di Jakarta, kini mulai banyak ditemukan ikon-ikon baru, spot-spot foto baru yang instagramable, hingga kawasan belanja yang semakin kompetitif dengan negara lain, seperti SIngapura dan Malaysia.

Lalu, mengapa justru pada saat yang sama jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke DKI Jakarta mengalami penurunan?

Ternyata, kericuhan yang terjadi di depan Bawaslu DKI Jakarta pada 21-22 Mei mempengaruhi penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. 

 Video Detik-Detik Bambang Widjojanto Terancam Diusir Hakim MK: Kalau Tidak Stop, Saya Suruh Keluar!

 Hakim Mahkamah Konstitusi Marah Tahu Saksi yang Diajukan Kubu 02 Ternyata Tak Ada Perannya

 Profil Lengkap Agus Muhammad Maksum, Saksi 02 Tak Bisa Buktikan 17,5 Juta DPT Fiktif di Sidang MK

"Menurunnya kunjungan wisatawan ini kan dilihat banyak faktor ya, tidak melulu karena kita kurang promosi tapi ini juga banyak kejadian-kejadian di Jakarta kayak yang tanggal 21-22 Mei di depan Bawaslu kemarin salah satunya," kata Kepala Bidang Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Gumilar Ekalaya kepada Antara di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Menurut Gumilar, hal tersebut sangat mempengaruhi karena beberapa negara memberikan imbauan atau larangan yang untuk warganya tidak melakukan perjalanan ke Jakarta (travel warning).

"Contohnya pada saat kejadian di Bawaslu kemarin tanggal 21-22 Mei, itu langsung beberapa acara yang melibatkan beberapa negara membatalkan hadir," ujar Gumilar.

 Hal tersebut tentu saja sangat merugikan sektor pariwisata.

Karena, berdasarkan data BPS jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jakarta pada bulan April 2019 mencapai 198.209 orang.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved