Sejumlah Pengaduan Terkait Proses PPDB 2019 yang Diterima KPAI

KPAI membuka layanan pengaduan terkait jalannya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Sejumlah Pengaduan Terkait Proses PPDB 2019 yang Diterima KPAI
KPAI
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti. 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membuka layanan pengaduan terkait jalannya proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 di sekolah negeri di seluruh Indonesia.

Pengaduan diterima KPAI baik secara langsung maupun lewat pesan aplikasi WhatsApp, email, dan layanan telepon.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan, Retno Listyarti menjelaskan, dari sejumlah pengaduan yang diterima, pihaknya mengelompokkan dalam 5 persoalan aduan.

"Pertama, kehilangan hak akses ke SD negeri karena anak belum berusia 7 tahun dan ada juga di sekolah lain yang sudah 7 tahun namun juga tidak diterima karena calon peserta didik baru yang mendaftar di sekolah tersebut usianya banyak yang diatas 7 tahun atau 7 tahu lebih. Ini terjadi di Jawa Tengah," kata Retno Listyarti, Kamis (20/6/2019).

Kedua, katanya, adanya siswa tidak bisa masuk SD Negeri karena anak dites membaca, dan si anak didik belum bisa baca.

"Hal ini terjadi di Tangerang Selatan," kata Retno Listyarti.

Ketiga kata dia diketahui jumlah sekolah negeri yang terbatas dan tidak menyebar merata terjadi di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

"Di mana jumlah SMP negeri dan swasta hanya 23 sekolah, dan jumlah SMA Negeri hanya 2 sekolah," katanya.

Keempat kata Retno alasan sejumlah siswa lulusan SMP yang ingin ke SMAN karena di SMA Negeri diketahui ada guru BK yang akan mengurusi dan menyiapkan pendaftaran bagi para siswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).

"Sementara, di sekolah swasta tidak. Ini juga terjadi di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved