Polisi Periksa Novel Baswedan di KPK Soal Ancaman dan Teror Terkait Penyiraman Air Keras

Pemerikaan dilakukan di Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan dan baru saja rampung, Kamis (20/6/2019) sore.

Polisi Periksa Novel Baswedan di KPK Soal Ancaman dan Teror Terkait Penyiraman Air Keras
Tribunnews
Sejumlah aktivis, tokoh masyarakat dan mahasiswa hadir dalam peringatan dua tahun kasus kekerasan yang menimpa Novel di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4/2019). 

Penyidik Polda Metro Jaya bersama tim gabungan pencari fakta (TGPF) meminta keterangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan terkait kasus penyiraman air keras ke Novel pada 2011 lalu yang mengakibatkan mata kirinya buta.

Pemerikaan dilakukan di Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan dan baru saja rampung, Kamis (20/6/2019) sore.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan materi pemeriksaan terhadap Novel Baswedan adalah pemeriksaan lanjutan yang pernah dilakukan penyidik terhadap Novel saat Novel masih dirawat di Singapura atas penyiraman air keras yang dilakukan pelaku.

"Ini pemeriksaan lanjutan dari yang di Singapura. Materinya kali ini berkaitan dengan adanya ancaman atau tidak, kepada yang bersangkutan juga ada tidaknya saksi soal itu," kata Argo, Kamis (20/6/2019).

Kuasa Hukum: Oknum Polisi Terlibat Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Bantu Tuntaskan Kasus Novel Baswedan Disiram Air Keras, Amnesty International AS Sebut Jokowi Gagal

Menurut Argo pemeriksaan terhadap Novel ini berdasarkan surat tugas bernomor Sgas/3/1/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Jadi ini sesuai dengan surat perintah dari Kapolri bahwa pemeriksa terdiri dari para pakar, penyidik KPK dan penyidik Polda Metro Jaya," katanya.

Sebelumnya, Juru bicara KPK, Febri Diansyah memastikan pihaknya memfasilitasi penyidik dari Polda Metro Jaya untuk memeriksa korban penyiraman air keras Novel Baswedan, Kamis.

Dalam pemeriksaan itu katanya penyidik Polda Metro Jaya didampingi oleh tim ahli.

"Jadi, kami menerima surat dari penyidik Polda Metro Jaya yang akan didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri, untuk melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan sebagai saksi," kata Febri.

Hingga kini kasus penyerangan terhadap Novel yang terjadi tak jauh dari rumah Novel di Jakarta Utara pada 2017 lalu itu masih belum juga terungkap. Pelaku dan aktor intelektualnya masih bebas berkeliaran.

Ditargetkan Sebanyak 80 Ribu Pengunjung Memenuhi Ancol Taman Impian dengan Program Masuk Gratis

Karenanya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan khusus untuk menangani kasus Novel di awal Januari 2019.

Namun, hingga kini belum ada perkembangan signifikan atas kasus penyiraman air keras itu.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved