Breaking News:

Pihak Polri Menilai Kivlan Zein Merasa Difitnah Itu Hak Konstitusional Tersangka

Pihaknya telah memperpanjang masa penahanan terhadap tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
Wartakotalive.com/Adhy Kelana
Kivlan Zein didampingi Eggi Sudjana 

Tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal terkait dugaan makar, Komjen (Purn) Kivlan Zein, mengatakan dirinya difitnah usai menjalani agenda konfrontir dengan 6 tersangka perencana pembunuhan 4 pejabat nasional, dan tersangka penyandang dananya Habil Marati, di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (19/6/2019) pukul 00.15 lalu.

Menanggapi hal ini Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo pernyataan Kivlan Zein itu adalah hak konstitusional yang bersangkutan saat menjalani pemeriksaan.

"Itu merupakan hak konstitusional dari yang bersangkutan dalam pemeriksaan, silakan saja merasa seperti itu. Polri tetap profesional dalam melakukan proses penyidikan suatu kasus, selama ini," kata Dedi, Kamis (20/6/2019).

Dedi memastikan apa yang dilakukan penyidik dengan melakukan konfrontir keterangan sejumlah pihak dalam suatu kasus, sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Jadi keterangan yang dicari penyidik tidak hanya satu pihak saja," katanya.

Selain itu kata dia, penyidik juga mencari barang bukti yang dibutuhkan serta menggali keterangan saksi lain, termasuk pula saksi ahli yang kompeten.

"Jadi kalau tersangka tidak mengakui perbuatannya atau merasa difitnah, maka hal itu merupakan hak konstitusional yang bersangkutan," kata Dedi.

Sebab kaya Dedi seluruh bukti dan keterangan itu nantinya akan diuji atau dibuktikan dalam persidangan di pengadilan.

"Nanti semuanya akan dibuktikan dalam proses persidangan pengadilan secara transparan dan terbuka," katanya.

Sebelumnya Kivlan mengaku dirinya difitnah dalam agenda konfrontasi dengan para tersangka perencana pembunuhan 4 pejabat nasional dan penyuplai senjatanya, Rabu (19/6/2019) dinihari.

"Saya difitnah, saya difitnah," kata Kivlan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved