Pengelola TN Gunung Rinjani Hapus Wacana Pemisahan Tenda Kemping Pendaki Laki-laki dan Perempuan

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menghapus ide memisahkan tempat tenda kamping laki-laki dan perempuan bagi pendaki Gunung Rinjani.

Pengelola TN Gunung Rinjani Hapus Wacana Pemisahan Tenda Kemping Pendaki Laki-laki dan Perempuan
phinemo.com
Setelah hapir setahun ditutup, pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan kembali dibuka mulai Jumat, (14/9/2019). 

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) angkat bicara soal maraknya pemberitaan TNGR akan segera menerapkan pemisahan antara tempat tenda kamping laki-laki dan perempuan bagi pendaki Gunung Rinjani.

Wacana itu mengemuka awalnya justru dari pihak BTNGR sendiri yang mengungkapkan adanya laporan wisatawan yang diduga berbuat asusila dalam kunjungan ke kawasan Gunung Rinjani (3.726m).

Hampir Setahun ditutup karena Gempa, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka

Namun setelah wacana tersebut mengemuka dan dikecam banyak kalangan pencinta alam dan komunitas wisata, wacana tersebut tidak dilanjutkan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono dalam keterangan resmi menyatakan, pihaknya sangat mendukung adanya program wisata halal dari Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang kemungkinan akan menjadikan pro dan kontra di masyarakat, Sudiyono menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi prioritas pihak TNGR.

"Kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas TNGR," kata Sudiyono dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (JOKO DWI CAHYANA)

Menurut Sudiyono, saat ini pihaknya tengah fokus pada perbaikan manajemen pendakian, terlebih jalur pendakian Rinjani telah dibuka kembali pada 14 Juni 2019.

"Pada saat ini kami sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian, khususnya pada e-tikecting, pengelolaan sampah, dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian," kata Sudiyono.

Sudiyono meminta seluruh pihak untuk mengakhiri pembicaraan terkait hal tersebut karena dikhawatirkan akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia.

Ratusan Pendaki Gunung Rinjani Dievakuasi, Satu Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Sebelumnya diberitakan, semenjak jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali pada 14 Juni lalu, TNGR mencatat hampir 300 pendaki melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui empat jalur yang dibuka.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved