Jurnalis Arab Saudi Hilang

Pengawal Pangeran MBS Sebut Jamal Khashoggi 'Hewan Kurban', Arab Saudi Berusaha Hancurkan Bukti

Agnes Callamard Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial, Ringkasan, Arbitrasi mengatakan, Putra Mahkota Pangeran MBS bertanggung jawab.

Pengawal Pangeran MBS Sebut Jamal Khashoggi 'Hewan Kurban', Arab Saudi Berusaha Hancurkan Bukti
Screengrab from Yeni Safat via Kompas.com
POTONGAN video memperlihatkan seorang anggota tim eksekutor keluar dari mobil dan setelah itu membawa kantong plastik yang diduga berisi jenazah Jamal Khashoggi di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. 

Terdapat 'bukti kredibel' bahwa Arab Saudi berusaha menghancurkan bukti dengan membersihkan lokasi pembunuhan Jamal Khashoggi.

PADA 2 Oktober 2018, sekitar 13 menit sebelum jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, terjadi percakapan antara tim (Arab Saudi) yang dikirim untuk membawanya.

Maher Abdulaziz al-Mutreb atau Maher Abdulaziz Mutreb, perwira senior intelijen sekaligus pengawal Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS), di akhir percakapan bertanya apakah 'hewan kurban' sudah datang.

"Dia sudah sampai," balas anggotanya berdasarkan transkrip rekaman video dalam laporan pakar HAM PBB Agnes Callamard soal pembunuhan Jamal Khashoggi yang dirilis Rabu (19/6/2019).

Agnes Callamard Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial, Ringkasan, Arbitrasi itu berkata, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS juga bertanggung jawab atas kasus itu.

Pakar HAM PBB: Ada Bukti Putra Mahkota Arab Saudi MBS Terlibat Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Jenazah Jurnalis Jamal Khashoggi Diduga Dibakar di dalam Oven Pesenan Khusus di Rumah Konjen Saudi

Putra Jamal Khashoggi Bantah Terima Kompensasi Uang Darah Kematian Sang Ayah

Mayor Jenderal Maher Abdulaziz Mutrib, diambil fotonya di Downing Street bulan Maret saat kunjungan putra mahkota ke Kerajaan Inggris, yang jadi agen utama pasukan pembunuh.
Mayor Jenderal Maher Abdulaziz Mutrib, diambil fotonya di Downing Street bulan Maret saat kunjungan putra mahkota ke Kerajaan Inggris, yang jadi agen utama pasukan pembunuh. (Daily Mail)

Dilansir Al Jazeera Kamis (20/6/2019), laporan Callamard menyatakan terdapat 'bukti kredibel' Saudi berusaha menghancurkan bukti dengan membersihkan lokasi kejadian.

Negosiasi antara Saudi dan Turki tentang investigasi gabungan baru terjadi dua pekan setelah kejadian.

Penyelidik Turki baru diizinkan masuk konsulat pada 15 Oktober. Meski begitu, mereka hanya diizinkan selama enam jam.

Begitu pun ketika mereka memasuki rumah konsul pada 17 Oktober. Mereka hanya punya 13 jam untuk memperoleh informasi.

Selama penyelidikan itu, otoritas Turki menemukan reaksi terbatas Luminol (untuk mendeteksi jejak darah di TKP) dan mereka melakukan hasil tes lainnya.

Dikecam 36 Negara soal Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi, Arab Saudi Malah Balik Mengutuk 

Raja Salman Dikabarkan Bersitegang dengan Pangeran MBS, Sejak Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pembunuhan Jamal Khashoggi, Menlu AS: Amerika Tidak Menutup-nutupi Kasus Ini

AGNES Callamard, Ketua tim investigasi PBB untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi.
AGNES Callamard, Ketua tim investigasi PBB untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi. (rappler.com)
Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved