Pilpres 2019

Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Minta Sidang Pilpres Ditunda Kamis, Ini Kata Yusril

Terjadi perdebatan ketika hari berganti dari Rabu (19/6/2019) ke Kamis (20/6/2019) dini hari.

Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Minta Sidang Pilpres Ditunda Kamis, Ini Kata Yusril
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua tim kuasa hukum Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan eksepsi dalam sidang sengketa hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat,Jakarta Pusat, Selasa(18/6/2018). 

Terjadi perdebatan ketika hari berganti dari Rabu (19/6/2019) ke Kamis (20/6/2019) dini hari.

Pihak Kuasa Hukum Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta sidang ditunda.

Namun, Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, justru meminta sidang dilanjutkan.

Masing-masing pihak keukeuh dengan argumentasinya masing-masing, namun akhirnya hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sidang dilanjutkan meski hari telah berganti dari Rabu ke Kamis.

Begitulah, ketika sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (sengketa Pilpres) berlangsung hingga Kamis (20/6/2019) dini hari dan belum selesai, pihak Kuasa Hukum Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta sidang ditunda.

 Video Detik-Detik Bambang Widjojanto Terancam Diusir Hakim MK: Kalau Tidak Stop, Saya Suruh Keluar!

 Hakim Mahkamah Konstitusi Marah Tahu Saksi yang Diajukan Kubu 02 Ternyata Tak Ada Perannya

 Profil Lengkap Agus Muhammad Maksum, Saksi 02 Tak Bisa Buktikan 17,5 Juta DPT Fiktif di Sidang MK

Namun, dengan sigap Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, meminta lanjut.

Mendengar jawaban Yusril, salah satu kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Teuku Nasrullah, kembali memohon kepada majelis hakim agar sidang dilanjutkan Kamis pagi.

"Yang mulia, saya memahami ini peradilan yang harus dipercepat, tetapi tidak berarti terlambat satu hari menyebabkan cepat itu menjadi terhalangi," kata Teuku Nasrullah.

"Persolannya adalah saya mulai urat-urat di kepala ini keluar," kata Teuku Nasrullah saat sidang di Gedung MK Jakarta, Kamis (20/6/2019) dini hari.

Nasrullah mengungkapkan, meninggalnya 700 KPPS dalam Pemilu serentak 2019 dapat terjadi, di mana berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan karena faktor kelelehan.

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved