Jambore SMPK Penabur Jakarta Ajak Siswa Rangkul Keberagaman

“Merangkul keberagaman serta melestarikan kebudayaan Indonesia menjadi tujuan utama diadakannya jambore bagi para pelajar SMPK Penabur

Jambore SMPK Penabur Jakarta Ajak Siswa Rangkul Keberagaman
istimewa
siswa mengikuti Jambore Penggalang SMPK Penabur Jakarta yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. (ist) 

Jambore Penggalang SMPK Penabur Jakarta digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur pada 20-21 Juni 2019. Siswa diajak untuk merangkul keberagaman ditengah perbedaan yang ada.

Ketua BPK Penabur Jakarta, Antono Yuwono mengatakan Indonesia memiliki budaya, adat istiadat, suku, etnis, serta aliran kepercayaan dan agama yang berbeda-beda. Siswa pun diajak agar bisa menghargai keberagaman tersebut.

“Merangkul keberagaman serta melestarikan kebudayaan Indonesia menjadi tujuan utama diadakannya jambore bagi para pelajar SMPK Penabur Jakarta,” ucap Antono, dalam keterangannya, Kamis (20/6).

VIDEO: Gubernur Ridwan Kamil Lantik Panitia Penyelenggara Haji Jawa Barat

VIDEO: PPDB SMK di Bekasi, Begini Perjuangan Orangtua Murid

VIDEO: Pencuri Minimarket Alfamart Tak Bisa Bicara, Polisi Gandeng Penerjemah Bahasa Isyarat

Para siswa juga diajarkan sosial skil dalam pola interaksi dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Sehingga bisa memupuk dan mengajarkan para generasi muda untuk menghargai keberagaman.

“Anak-anak kita berikan pemahaman, karakter baik, dan kecerdasan sosial agar mereka siap terjun ditengah masyarakat kedepannya,” ujarnya.

Total ada sebanyak 2.372 peserta didik dari 17 SMPK Penabur Jakarta mengikuti berbagai keterampilan kepramukaan mulai dari kompas, sandi, tali-temali, panorama, semaphore, hingga pentas seni.

“Kegiatan kepramukaan tersebut mengajarkan mereka peka terhadap lingkungan sekitar, serta menjalin kerja sama tim dan strategi dalam mencapai tujuan bersama yakni merangkul keberagaman warisan budaya bangsa,” tambahnya.

Mereka juga mempelajari kebudayaan dan adat istiadat mulai dari kuliner khas, pakaian adat, rumah adat, lagu adat sesuai dengan kampung mini dimana mereka ditempatkan.

“Para peserta didik juga diajarkan untuk peduli dengan sesama dengan mengumpulkan berbagai macam buku pengetahuan,” kata Antono.

Seorang peserta, Nicholas Heru (15) mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Pasalnya siswa SMPK 4 Penabur itu bisa bertemu dengan teman-teman yang berasal dari sekolah lainnya.

VIDEO: Aldi Maldini Jawab Isu CJR Akan Kembali Hadir

VIDEO: Indra Bekti Sebut Agung Hercules Mulai Gejala Tumor Gliobastoma 1 Tahun Lalu

VIDEO: Mobil Mewah Jeep Rubicon Terbalik Gara-gara Jambret di Jakarta Selatan

“Ini sesuatu yang nggak ditemuin di tempat lain dan ini setahun sekali ketemu sama teman sekolah lain. Jadi musti dimanfaatkan dengan baik juga acara seperti ini,” ungkapnya.

Heru mengaku sudah pernah ikut kegiatan serupa pada kesempatan sebelumnya. Sehingga dirinya sudah terbiasa tidur di tenda maupun jauh dari alat-alat canggih selama ikut kegiatan tersebut.

“Saya udah biasa karena udah pernah ikut kemping tapi buat teman-teman ini jadi hal baru, jauh dari alat-alat listrik canggih dan nggak ada AC di tenda,” ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved