HUT Jakarta

HUT Ke-492: Bertambah Umur, Pengamat Nilai Jakarta Semakin Sesak karena Kemacetan

Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang mempersiapakan berbagai acara untuk menyambut hari ulang tahun Ibu Kota, HUT ke-492 Jakarta.

Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Pengamat transportasi Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan di kawasan Menteng. 

Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang mempersiapakan berbagai acara untuk menyambut hari ulang tahun Ibu Kota, HUT ke-492 Jakarta.

NAMUN Pengamat Transportasi DKI Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai di umur yang cukup tua ini, Ibu Kota masih menyisahkan satu masalah klasik yakni masalah kemacetan.

Menurutnya saat ini kemacetan semakin memprihatinkan, meskipun TomTom Traffic Index mendata kemacetan di tahun 2018 turun hingga 8 persen.

"Ya pada tanggal 22 Juni 2019 Kota Jakarta akan berumur 492 tahun, tampaknya semakin tua, Jakarta terus bertambah tidak sehat dan sesak nafas karena kemacetannya yang terus bertambah parah," ujar Tigor saat dikonfirmasi, Kamis (20/6/2019).

Baginya penurunan kemacetan versi TomTom Traffic Index bukanlah sebuah pencapainan yang perlu dibesar-besarkan, sebab nyatanya masalah itu masih ditemukan setiap sudut jalan protokol Ibu Kota.

 KPAI Ungkap: Ada 9 Masalah Utama Sistem Zonasi yang Terjadi di PPDB 2018 dan PPDB 2019

 Video Detik-Detik Bambang Widjojanto Terancam Diusir Hakim MK: Kalau Tidak Stop, Saya Suruh Keluar!

 Hakim Mahkamah Konstitusi Marah Tahu Saksi yang Diajukan Kubu 02 Ternyata Tak Ada Perannya

 Profil Lengkap Agus Muhammad Maksum, Saksi 02 Tak Bisa Buktikan 17,5 Juta DPT Fiktif di Sidang MK

"Menurut Pemprov masuk ke peringkat 7 itu adalah sebuah pencapaian prestasi karena turun dari ke 4 menjadi ke 7.

Padahal menurut saya walau sekarang peringkat ke 7 ya Jakarta masih macet dan semrawut," kata Tigor.

Kemacetan di Jakarta disebabkan oleh buruknya layanan angkutan umum di ibu kota, sehingga masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa kemacetan Jakarta adalah akibat dari buruknya layanan angkutan umum di Jakarta.

Kondisi ini membuat masyarakat lebih menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor dalam bertransportasi.

 Ini Daftar Lengkap Pemenang MTV Movie & TV Awards 2019

 Ini Alasan Keras Haris Azhar Tak Mau Jadi Saksi Kubu Prabowo di Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK

 Pembunuh Karyawati Cantik Bank Mandiri Ternyata Pasangan Suami-Istri, Alasannya Mengejutkan

Akibatnya memang jalan raya di Jakarta macet karena dipenuhi oleh kendaraan pribadi itu," ungkap Tigor.

"Jalan keluarnya adalah perbaiki sistem layanan angkutan umum di Jakarta dan kendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di Jakarta.

Itu saja sebenarnya dasar kebijakan yang seharusnya dilakukan oleh pemprov Jakarta," kata Tigor. (M16)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved