Pilpres 2019

Bocorkan Materi Pelatihan TKN di MK, PBB Bilang Saksi 02 Pernah Tawarkan Program Robotnya ke Kubu 01

HAIRUL Anas Suaidi membocorkan materi pelatihan TKN Jokowi-Maruf Amin, dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK.

Bocorkan Materi Pelatihan TKN di MK, PBB Bilang Saksi 02 Pernah Tawarkan Program Robotnya ke Kubu 01
Facebook Hairul Anas Suadi
Hairul Anas Suadi merupakan Caleg DPR RI dari PBB 

HAIRUL Anas Suaidi membocorkan materi pelatihan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono lantas angkat bicara terkait saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tersebut.

Sukmo menyebut Hairul Anas yang merupakan caleg PBB bermental pecundang, karena sengaja membungkus moralitas dengan menyebut pemilu harus berjalan jujur dan adil.

Karena Alasan Ini, Yusril Bilang Lebih Penting Mempidanakan Bambang Widjojanto Ketimbang Saksi 02

"Tapi, dengan memparkan hasil pelatihan saksi saat dia ikut jadi saksi 01 adalah cermin mental pecundang," kata Sukmo Harsono saat dihubungi, Kamis (20/6/2019).

"Yang dibungkus moralitas seolah ingin pemilu yang jurdil, demi menjual progam robotnya," sambungnya.

Sukmo menduga, alasan Hairul Anas membeberkan materi pelatihan TKN karena kecewa.

Keponakan Mahfud MD Ungkap Pelathan TKN Jokowi-Maruf Amin Sebut Kecurangan Bagian dari Demokrasi

Sebab, kata Sukmo, Hairul Anas pernah mengajukan diri sebagai pelatih saksi 01 dengan menawarkan sistem IT pengawalan suara.

Namun, karena situasi tidak memungkinkan, makanya tidak sempat diajukan.

"Saksi tidak memiliki integritas dan moralitas, karena membelot setelah pencoblosan dengan menjadi saksi melawan 01, maka seharusnya kesaksiannya dikesampingkan," tuturnya.

Bikin Akun Media Sosial Kini Wajib Sertakan Nomor Ponsel, Ini Tujuan Pemerintah

Ia pun mengatakan, meski saksi Hairul Anas mempresentasikan dugaan melalui sistem robot yang dimilikinya, Sukmo mempercayai hal itu tak memiliki nilai pembuktian yang sesuai fakta.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved