Pilpres 2019

Saksi BPN Berikan Keterangan Akan Adanya KTP Palsu Berjumlah 1 Juta

Salah satu saksi BPN, Agus Maksum yang hadir memberikan penjelasan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang masuk dalam Daftar Pemilih Teta

Saksi BPN Berikan Keterangan Akan Adanya KTP Palsu Berjumlah 1 Juta
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (berdiri-kanan) terlihat berdiskusi dengan anggota tim hukum Denny Indrayana di sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atau sidang lanjutan sengketa Pemilihan Presiden kembali digelar di Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/6)

Dalam sidang ini beberapa saksi BPN yang dihadirkan terlebih dahulu dilakukan sumpah sebelum memberikan keterangan kepada ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Salah satu saksi BPN, Agus Maksum yang hadir memberikan penjelasan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Saksi menyebut jika ada 1 juta KTP palsu dan 17,5 juta DPT yang tidak wajar.

"Kami sejak Desember itu sudah datang kepada KPU untuk mendiskusikan dan menginformasikan DPT-DPT invalid. Kami diskusikan hingga Maret tidak ada titik temu dan membuat laporan resmi DPT tidak wajar 17,5 juta," kata Agus dalam kesaksiannya kepada Majelis Hakim, Rabu (19/6/2019).

Agus mengaku data yang ia dapat terkait DPT berdasarkan pengecekan langsung di lapangan.

Ia menilai data tersebut invalid. Meski begitu menurut Agus, KPU tetap mempertahankan data tersebut.

Selain itu ia juga memberikan keterangan akan adanya KTP palsu yang berkode 60.

Padahal kode tersebut tidak ada, dan sudah dilakukan pengecekan ke Dukcapil, meski begitu dukcapil mempertegas jika kode itu akan terblokir oleh sistem.

Namun Agus menilai data tersebut tetap ada di KPU.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved