Kuliner

Kopi Kawa Daun Lemon Bisa Dicampur Telur, Jadi Minuman Spesial Jambore PKK 2019

Pernah merasakan nikmatnya kopi kawa daun lemon? Pernah menikmati kopi kawa daun lemon dicampur susu, atau bahkan dicampur telur?

Kopi Kawa Daun Lemon Bisa Dicampur Telur, Jadi Minuman Spesial Jambore PKK 2019
Foto Antarabengkulu.com
Kawa Daun Payakumbuah. (Foto Antarabengkulu.com) 

Pernah merasakan nikmatnya kopi kawa daun lemon? Pernah menikmati kopi kawa daun lemon dicampur susu, atau bahkan dicampur telur?

Seperti apa rasanya?

Pasar Van der Capellen turut hadir pada Jambore Kader PKK berprestasi dan Teknologi Tepat Guna (TTG) 2019 Sumatera Barat di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Salah satunya dengan menyuguhkan minuman andalan kopi kawa daun lemon pada kesempatan itu.

"Yaitu minuman kopi kawa daun yang dicampur sedikit gula dan potongan lemon alami," kata Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Tanah Datar, Hijrah Adi Sukrial di Batusangkar, Selasa (18/6/2019).

 Empat dari Enam Orang Korban Tol Cipali di Mobil Xpander Merupakan Satu Keluarga

 Pria Australia Abadikan Momen Langka Ular Piton Telan Buaya, Bikin Merinding

 KUASA Hukum KPU Bongkar Fakta Permohonan Bambang Widjojanto dkk Bantah Klaim Prabowo Menang 62 %

Kopi kawa daun lemon cocok diseduh pada saat panas, karena rasa kopi dan aroma lemon yang khas, cocok dengan udara Batusangkar yang cukup dingin pada malam hari.

Bila tidak suka dengan rasa asamnya lemon, pengunjung juga bisa memintanya dengan rasa yang lain, yaitu dengan menambahkan susu, bahkan telur sebagai campurannya.

Untuk menemani minuman kopi kawa daun lemon lanjutnya, pasar Van der Capellen juga menyiapkan aneka makanan yang cocok dengan minuman tradisional tersebut, yakni bika panggang dengan aroma asapnya.

"Minuman kopi kawa daun lemon sesuatu yang beda kita hidangkan disini, biasanya hanya dengan campuran susu dan telur, namun kali ini kita coba dengan rasa lain," ujarnya.

Ia mengaku, rasa kopi kawa daun lemon tersebut cukup banyak diminati pengunjung.

 Seluruh Gugatan Prabowo-Sandi Tidak Jelas dan Kabur Hingga MK Tolak 16 Permohonan Pihak Terkait

 Kisah Sukses Paidi, Dari Pemulung Jadi Petani Porang Beromzet Miliaran Rupiah, Ingin Umrohkan 1 Desa

 7 Makanan yang Dianggap Bisa Picu Tumor Otak Seperti Agung Hercules, Salah Satunya Gorengan

Terutama peserta Jambore Kader PKK yang sengaja menyempatkan diri kesana.

Salah seorang penikmat kopi kawa daun Marwan, mengatakan kopi kawa daun memang memiliki berbagai varian rasa, itu tergantung kreatifitas dari pengelola kopi sendiri.

"Namun kawa daun rasa lemon baru di pasar Van der Capellen ini saya mencobanya. Rasanya enak seperti rasa lemon tea, tapi jelas bedanya," katanya.

Sementara Fetra, salah seorang disainer di pasar kreatif itu mengatakan, kehadiran pasar Van der Capellen di kawasan lapangan Cindua Mato cukup mendapat perhatian dari berbagai tamu PKK yang hadir.

Ia mengatakan, kehadiran pasar Van der Capellen harus dengan konsep tempo dulu harus dipertahankan. Selain menjadi destinasi wisata juga sebagai wadah bagi UMKM di Tanah Datar. (Antara)

Kopi lanang Temanggung diminati masyarakat

Kopi lanang Temanggung diminati masyarakat

Seorang perajin kopi melakukan pengemasan kopi bubuk. (Heru Suyitno)

Jenis kopi lanang akhir-akhir ini diminati masyarakat pecinta kopi, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, kata pemilik produk Mulia Kopi warga Muncar, Gemawang, Kabupaten Temanggung, Sarwadi.

Sarwadi di Temanggung, Selasa mengatakan untuk dalam negeri permintaan kopi lanang bukan hanya di Pulau Jawa tetapi juga ada yang dari Kalimantan.

"Permintaan jenis kopi lanang untuk dalam negeri rata-rata 15 kilogram per bulan dengan harga Rp 170.000 per kilogram, baik sangrai maupun bubuk," katanya.

Ia menuturkan, untuk permintaan luar negeri melalui orang ketiga, sementara ini dari Korea, permintaan belum rutin, tetapi sekali pengiriman 25 kilogram.

Kopi lanang sering dianggap istimewa oleh mereka yang menyukai cita rasa tidak biasa.
Jika menyukai kopi-kopi langka, maka kopi lanang bisa menjadi salah satu pilihan tepat.

Pada umumnya dalam kulit ceri kopi ada dua biji (dikotil), namun juga ada yang satu biji (monokotil) yang disebut kopi lanang.

"Kandungan cita rasa kopi sebenarnya lebih banyak pada kopi lanang dan kopi lanang lebih pekat," katanya.

Ia menuturkan selama ini tidak ada kendala untuk mendapatkan kopi lanang, karena di setiap tanaman kopi ada kopi lanang meskipun jumlahnya sedikit.

"Tidak ada kesulitan untuk mendapatkan kopi lanang, sangat banyak di tingkat petani, karena biasanya petani menyortir jenis kopi ini," katanya. (Antara)
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved