Kereta ke Yogya Dipenuhi Ribuan Siswa SDK Penabur, Kenalkan Seni dan Budaya di Indonesia

“Ini sekaligus pengenalan seni, budaya, dan sejarah sembari menikmati dan mensyukuri keindahan alam Indonesia.

Kereta ke Yogya Dipenuhi Ribuan Siswa SDK Penabur, Kenalkan Seni dan Budaya di Indonesia
Warta Kota
Foto siswa SDK Penabur Jakarta berangkat naik kereta api menuju Yogyakarta untuk ikut rekreasi Spirit di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/6) malam. (ist) 

Sebanyak 1.018 siswa kelas V dari 20 SDK PENABUR Jakarta rekreasi ke Yogyakarta pada 17-25 Juni 2019 menggunakan kereta Api dari Stasiun Gambir.

Kegiatan bertajuk Spirit dengan tema ‘Bangga Menjadi Indonesia’ itu untuk mengenalkan seni dan budaya bangsa.

Ketua BPK Penabur Jakarta Antono Yuwono menjelaskan Spirit adalah rekreasi edukatif anak-anak dari Jakarta ke Yogyakarta diikuti dengan tujuan mengembangkan kemampuan kognitif, softskill, maupun karakter mereka.

VIDEO: Ratna Sarumpaet Menangis Saat Bacakan Pembelaan di Persidangan

“Ini sekaligus pengenalan seni, budaya, dan sejarah sembari menikmati dan mensyukuri keindahan alam Indonesia. Tentunya ini akan membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air dalam diri peserta didik,” katanya, dalam keterangannya, Rabu (19/6).

Terkait dengan pemilihan Yogyakarta sebagai destinasi sendiri bukannya tanpa alasan.

VIDEO: Semangatnya Peserta PPDB Jalur Penghafal Al Quran di Bekasi

Yogyakarta dikenal sebagai kota seni dan budaya sehingga menyuguhkan berbagai wisata menyenangkan sekaligus edukatif.

“Ini adalah kali keempat Spirit dilaksanakan dan minat peserta meningkat 20 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini berarti minat anak-anak untuk liburan dengan belajar budaya Indonesia menunjukkan tren positif,” ucapnya.

Selama di sana mereka akan belajar membatok dan membatik di Desa Santan, mengenal sejarah di Candi Borobudur, belajar musik akapela bersama Tim Omah Cangkem, hingga melihat pembuatan kaos wayang.

VIDEO: WN Asing Terpesona Kebudayaan Kalimantan di Acara Festival Budaya Isen Mulang

Mereka juga akan diajarkan untuk berinteraksi dan berbagi sesama. Peserta didik akan tinggal di rumah-rumah penduduk (live-in) supaya dapat berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar desa.

“Kegiatan live-in di rumah penduduk pun menjadi ajang membuka diri terhadap kehidupan dan kepedulian sosial di masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, dipandu masyarakat lokal, anak-anak juga mengunjungi rumah-rumah para lansia di Desa Santan. Mereka akan berinteraksi dengan para lansia seperti mendengarkan kisah hidupnya yang sendiri untuk menambah pengetahuan. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved