Disdik Jabar Menyayangkan Isu Siapa Cepat Dia Dapat Membuat Hari Pertama Daftar PPDB SMA Membludak

Seperti diketahui, ribuan orangtua berlomba-lomba datang paling cepat ke sejumlah sekolah berlabel unggulan.

Disdik Jabar Menyayangkan Isu Siapa Cepat Dia Dapat Membuat Hari Pertama Daftar PPDB SMA Membludak
Warta Kota/Gopis Simatupang
Suasana PPDB di SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, di hari ketiga pendaftaran, Rabu (19/6/2019). 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, Dadang Ruhyat, ikut terheran-heran dengan serbuan orangtua ke sejumlah SMA Negeri di Depok pada hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Senin (17/6/2019) lalu.

Seperti diketahui, ketika itu, ribuan orang tua berlomba-lomba datang paling cepat ke sejumlah sekolah berlabel unggulan, seperti SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3, diduga karena termakan isu bahwa pendaftar paling cepat datang pasti diterima.

Dadang pun menyayangkan timbulnya isu tersebut.

Apalagi, masing-masing pihak SMP sebelumnya sudah membekali orang tua dengan tata cara pendaftaran PPDB tingkat SMA/SMK negeri melalui sistem zonasi itu.

"Yang kita sayangkan, siapa yang mengisukan bahwa siapa yang mendaftar pertama itu otomatis yang akan diterima?" kata Dadang terheran-heran, ketika ditemui Warta Kota di SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (19/6/2019).

Dari segi jadwal, kata Dadang, pasti orang tua sudah paham bahwa masa pendaftaran berlangsung selama enam hari, yakni 22-27 Juni 2019.

Dengan sistem zonasi, jelas Dadang, bila jarak rumah siswa ke sekolah dekat, tetap kemungkinan besar akan diterima meskipun dia mendaftar pada hari terakhir, yaitu Sabtu (22/6/2019).

"Makanya kenapa sampai di masyarakat beredar isu seperti itu, sehingga terjadi antrean di sini? Ternyata saya lihat bukan di Depok saja terjadi, tapi hampir di seluruh Indonesia," bilangnya.

Karena itu, begitu mendengar ada antrean yang sangat panjang di hari pertama, dia langsung datang ke SMAN 1 untuk menjelaskan secara langsung bahwa isu 'siapa cepat dia dapat' adalah sesat.

"Hari ini pendaftaran sudah lancar. Kemarin itu karena anggapan siapa cepat dia dapat. Makanya, kita beri pengarahan bahwa mau daftar sekarang atau terakhir itu sama kesempatan diterimanya," ucapnya.

Dadang kembali mengingatkan, dalam PPDB SMA/SMK, kuota jalur zonasi adalah 90 persen, jalur prestasi 5 persen, dan jalur pindahan orang tua 5 persen.

Kuota jalur zonasi yang 90 persen itu dibagi menjadi zonasi murni 50 persen, jalur siswa kurang mampu dan ABK 20 persen, serta jalur kombinasi zonasi dan prestasi 20 persen.

"Kombinasi itu artinya nilai UN bobotnya 70 dan jarak ke sekolah 30. Ada perhitungannya khusus. Umpama jarak ke sekolah jauh, sekitar satu kilo, tapi nilai 37, ya hampir pasti diterima," katanya.

"Kalau nilai rata-rata sembilan mah, walaupun jaraknya jauh, hampir pasti diterima, meskipun daftar di hari terakhir dan jam terakhir," bilang Dadang.

Suasana PPDB di SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, di hari ketiga pendaftaran, Rabu (19/6/2019).
Suasana PPDB di SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, di hari ketiga pendaftaran, Rabu (19/6/2019). (Warta Kota/Gopis Simatupang)
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved