Pilpres 2019

Ada 35 Anak Jadi Tersangka Kerusuhan Aksi 22 Mei Sebagian Dikembalikan ke Ortu Sebagian Dibina

Selain telah menetapkan 447 tersangka pelaku kerusuhan, Polda Metro Jaya juga menemukan ada 35 anak yang dijadikan tersangka kasus ini.

Ada 35 Anak Jadi Tersangka Kerusuhan Aksi 22 Mei Sebagian Dikembalikan ke Ortu Sebagian Dibina
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Selain telah menetapkan 447 tersangka pelaku kerusuhan dan penyerangan aparat dalam aksi 21-23 Mei di Bawaslu, Polda Metro Jaya juga menemukan ada 35 anak yang dijadikan tersangka kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan untuk 35 anak tersangka pelaku kerusuhan ini, pihaknya sudah lebih dulu memproses mereka.

"Untuk 35 pelaku anak yang melakukan kerusuhan, sudah kita proses dan sudah kita ajukan. Hasilnya ada yang dikembalikan ke orang tua. Lalu ada juga anak yang mengalami keterbelakangan mental dan sudah dikembalikan ke orang tua. Juga ada anak yang sudah menjalani sidang diskresi. Ada yang diputus 2 bulan kemudian dilakukan pelatihan di tempat atau Panti Handayani Jaktim. Juga ada anak yang sidang diskresi diputus 6 bulan, kemudian ditempatkan juga di Panti Handayani Jaktim," kata Argo, Rabu (19/6/2019).

Sebelumnya Argo menjelaskan bahwa berkaitan dengan penanganan kasus kerusuhan dan penyerangan terhadap anggota Polri yang terjadi di beberapa titik saat aksi di Bawaslu pada 21 sampai 23 Mei 2019 lalu, ada 447 orang yang sudah ditetapkan tersangka.

Mereka semuanya diamankan dari lokasi dimana kerusuhan terjadi yakni di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, di Gambir, Jakarta Pusat yakni di perumahan atau asrama polisi, dan di daerah Petamburan Jakarta Pusat yang juga asrama kepolisian.

"Setelah kita lakukan penangkapan saat kerusuhan terjadi ditetapkan ada 447 tersangka dan kemudian kita lakukan penyidikan. Yang melakukan penyidikan ada dari krimum, krimsus, resnarkoba, dan Polres Jakbar," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/6/2019).

Kemudian kata Argo, surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP sudah dikirim pihaknya ke kejaksaan.

"Ada 23 SPDP. Dan berkas perkara sudah kita kirim ke Kejati DKI sejumlah 70 berkas perkara untuk tahap pertama pada 18 Juni 2019," kata Argo.

Dari 70 berkas perkara, Argo merinci ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya ada 35 berkas, ditangani Ditreskrimsus ada 16 berkas, ditangani Ditresnarkoba 11 berkas dan Polres Jakbar ada 8 berkas.

"Itu semua terkait untuk kasus perusakan dan penyerangan anggota polri atau pelaku kerusuhan," kata Argo.

Ia menjelaskan ke 447 tersangka pelaku kerusuhan itu berasal dari Jakarta dan juga daerah lain.

"Sudah diidentifikasi, mereka ini dari Lampung, Banten, dari Jakarta sendiri, lalu berbagai kota di Jawa Barat. Di luar Jawa juga ada yakni dari Aceh dan sebagainya. Kemudian juga kita mash melakukan penyidikan," kata Argo.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved