Olah Raga

Sistem Ballot Diharapkan Bisa Menyaring Peserta yang 'Niat' di Borobudur Marathon 2019

Kejuaraan lari internasional, Borobudur Marathon 2019 kembali digelar pada Minggu (17/11/2019) di Komplek Taman Lumbini, Candi Borobudur.

Sistem Ballot Diharapkan Bisa Menyaring Peserta yang 'Niat' di Borobudur Marathon 2019
Warta Kota/Gisesya Ranggawari
Pegiat lari, Riefa Istamar pada jumpa pers Borobudur Marathon 2019 di Hard Rock Cafe kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat. 

Kejuaraan lari internasional, Borobudur Marathon kembali digelar tahun 2019 ini pada Minggu, (17/11/2019) mendatang di Komplek Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Pada tahun ini, panitia penyelenggara, yaitu Harian Kompas bersama Bank Jateng dan Pemprov Jawa Tengah memberlakukan sistem ballot atau pengundian peserta.

Dari sistem itu, diharapkan bisa menyaring para peserta yang benar-benar berniat untuk ikut lari di Borobudur Marathon 2019 ini.

"Jadi memang kita harapkan semua yang daftar di ballot itu emang berniat untuk lari, bisa dibilang penyaringan juga itu," ujar pegiat lari, Riefa Istamar kepada Warta Kota, Selasa (18/6/2019).

"Nanti jadinya yang ikut itu pelarinya bukan sekedar daftar, jadi tidak asal-asalan. Dari awal dia daftar, sudah niat dan persiapikan diri," jelas Riefa menambahkan.

 KUASA Hukum KPU Bongkar Fakta Permohonan Bambang Widjojanto dkk Bantah Klaim Prabowo Menang 62 %

 Pria Australia Abadikan Momen Langka Ular Piton Telan Buaya, Bikin Merinding

 Empat dari Enam Orang Korban Tol Cipali di Mobil Xpander Merupakan Satu Keluarga

Di sisi lain, Riefa yang juga turut membantu pelaksanaan Borobudur Marathon 2019 ini menilai dengan adanya sistem ballot yang dilakukan secara perdana di Indonesia ini bisa menguntungkan peserta.

Sebab, menurut Riefa para peserta bisa mempersiapkan diri dari latihan dan yang lainnya dari jauh-jauh hari.

"Dengan adanya sistem ballot ini justru lebih menguntungkan menurut saya untuk peserta. Karena planningnya jadi bisa dipastikan dulu sebelum lari," ujar Riefa.

"Misalkan peserta mau ngambil kategori apa, daftar lalu tunggu baru dapat slot. Waktunya juga cukup panjang kan ada sekitar 5 bulan untuk persiapan latihan," tambah pelari gondrong itu.

Lebih lanjut, Riefa juga menjelaskan sistem ballot yang sejatinya selalu digunakan di World Major Marathon ini juga bisa mengurangi tingkat kecurangan peserta.

 Seluruh Gugatan Prabowo-Sandi Tidak Jelas dan Kabur Hingga MK Tolak 16 Permohonan Pihak Terkait

 Kisah Sukses Paidi, Dari Pemulung Jadi Petani Porang Beromzet Miliaran Rupiah, Ingin Umrohkan 1 Desa

 7 Makanan yang Dianggap Bisa Picu Tumor Otak Seperti Agung Hercules, Salah Satunya Gorengan

Dengan sistem ballot, para peserta tidak memungkinkan untuk mendaftar di semua kategori dengan nama yang sama atau nama orang lain yang juga temannya.

"Semua peserta hanya bisa daftar di satu kategori, kalau daftar tiga kategori pasti otomatis di diskualifikasi. Kita sudah ada sistemnya, jadi sudah tidak bisa lagi diakali," tutur Riefa.

Riefa sendiri memang sudah cukup terkenal di dunia lari besama selebritis Sigi Wimala yang digandeng untuk kembali menjadi Brand Ambassador Borobudur Marathon 2019 ini. (M17)

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved