Breaking News:

Perdagangan Manusia

Sindikat Perdagangan Orang Kirim Anak di Bawah Umur ke Suriah, Janji di Abu Dhabi Bergaji Rp 6 Juta

Sindikat Perdagangan Orang Kirim Anak di Bawah Umur ke Suriah, Janji di Abu Dhabi Bergaji Rp 6 Juta. Lima Tersangka Dibekuk Polda NTB.

Dok. Polda NTB
Kasus 2 tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO), kembali digelar Polda NTB, Selasa (18/6/2019), setelah menemukan fakta ada anak dibawah umur yang dikirim tersangka Asmin (jilbab hijau) dan tersangka Evi (jilbab merah marun), ke negara berkonflik di Suriah. 

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) membongkar jaringan atau sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Damaskus, Suriah.

Polda NTB membekuk lima orang tersangka kasus TPPO yang memberangkatkan 19 korbannya melalui jalur ilegal ke Timur Tengah pada April 2019 lalu.

Setelah dilakukan pengembangan kasus, Polda NTB mendapati fakta baru.

Sebanyak dua dari lima tersangka yang merupakan gembong atau sindikat TPPO, ternyata mengirimkan korban yang merupakan anak di bawah umur.

Kedua tersangka, yakni Baiq Asmin (48), warga Kuripan Lombok Barat dan Baiq Hafizahara alias Evi, warga Lombok yang menetap di Kota Malang, Jawa Timur.

Sementara korban anak tersebut bernama UH (13) yang awalnya dijanjikan akan dikirim ke Abu Dhabi.

UH diiming-imingi gaji sekitar Rp 6 juta per bulan. Selain korban UH, kedua tersangka juga merekrut kakak kandung UH, yakni SH (20).

SH juga dijanjikan dikirim ke Abu Dhabi dengan iming-iming gaji sama yakni Rp 6 juta per bulan.

Dijanjikan Gaji Rp 6 Juta

Menurut keterangan Baiq Asmin ke polisi, kedua kakak beradik tersebut sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, dilakukan pembuatan paspor, KTP (Kartu Tanda Penduduk), hingga medical check up.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved