Pilpres 2019

Kubu Jokowi Sebut Tim Kuasa Hukum Prabowo Lebay di Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK

Kubu Jokowi Sebut Tim Kuasa Hukum Prabowo Lebay di Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Kubu Jokowi Sebut Tim Kuasa Hukum Prabowo Lebay di Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK
Youtube Kompas Tv
Kuasa hukum 01 Yusril Ihza Mahendra di persidangan sengketa Pilpres 2019 

SIDANG sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi berlangsung sengit.

Kubu Paslon nomor urut 01 Jokowi-Maruf sebagai pihak terkait dalam sidang itu terus menunjukkan kesalahan dalil dan hal-hal lainnya menyangkut pembelaan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. 

Paling terbaru adalah Tim hukum Prabowo-Sandi meminta perlindungan terhadap saksi mereka selama persidangan perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Ketua Tim Pengacara Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Bambang Widjojanto, memperkenalkan anggota tim pengacara pada sidang perdana Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019).
Ketua Tim Pengacara Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Bambang Widjojanto, memperkenalkan anggota tim pengacara pada sidang perdana Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019). (repro kompas tv)

Live Streaming Indosiar Persib Bandung Vs Tira Persikabo, Maung Bandung Siapkan Pemain Timnas

Penambahan Kapal, Tim SAR Cari Jasad Remaja Tenggelam di Pantai Dock Ekanuri Hingga ke Tengah Laut

Raffi Ahmad Bakal Punya Keponakan Kembar, Jeje Dengar Detak Jantung Bayinya Pertama Kali

Kuasa hukum Prabowo-Sandi mendatangi lembaga perlindungan saksi dan korban atau LPSK, Senin (17/6/2019).

Sebelumnya, tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan terhadap saksinya dalam sidang sengketa pemilu di MK.

Namun, LPSK ternyata tidak bisa memberi perlindungan bagi saksi dan ahli yang akan dihadirkan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum di MK atas alasan terbentur undang-undang.

Namun, ketua tim hukum 02, Bambang Widjojanto sudah mendapatkan sejumlah masukan dari LPSK mengenai apa yang dapat dilakukan agar keinginannya memberikan perlindungan bagi para saksi dan ahli tersebut dapat diwujudkan.

Bambang dan kawan-kawan pun akan mengirimkan surat kepada MK, meminta agar hakim mahkamah memerintahkan LPSK memberikan perlindungan bagi saksi dan ahli yang akan dihadirkan.

Namun pernyataan Bambang Widjojanto ini dianggap berlebihan oleh Direktur Hukum Dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Jokowi - KH Maruf Amin, Ade Irfan Pulungan.

Dalam kamus anak muda masa kini, kata berlebihan kerap diucapkan dengan kata 'lebay'.

Halaman
123
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved