Pilpres 2019

KPU Sebut Angka 52 Persen yang Diajukan Pasangan Prabowo-Sandiaga Sekedar Persyaratan

Kuasa hukum KPU menganggap jika bukti-bukti yang diajukan Paslon 02 tidak menunjukan adanya kesalahan penghitungan suara di KPU.

KPU Sebut Angka 52 Persen yang Diajukan Pasangan Prabowo-Sandiaga Sekedar Persyaratan
Youtube Kompas Tv
Kuasa hukum KPU Ali Nurdin 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menganggap jika butir-butir bukti dan tuntutan yang diajukan kuasa hukum Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno Prabowo-Sandi tidak menunjukan adanya kecurangan yang dilakukan KPU dalam penghitungan Pilpres 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kuasa Hukum KPU Ali Nurdin dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) kedua pada Selasa (18/7/2019).

“Pertama pemohonan tersebut tidak memenuhi persyaratan pengajuan permohonan yang dapat menimbulkan konsekuensi permohonan pemohon tidak dapat diterima,” kata Ali di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) seperti dikutip Wartakotalive.com dari Kompas TV.

Seharusnya, kata Ali, pokok permohonan memuat penjelasan mengenai hasil kesalahan penghitungan suara yang ditetapkan oleh KPU dan penghitungan suara yang benar menurut Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno Prabowo-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua BPN Sebut Informasi Sandiaga Uno Bakal Jadi Menteri Jokowi Kabar Bohong

Bongkar Kejanggalan Kekayaan Jokowi, Lihat Jomplangnya Kekayaan Bambang Widjojanto Vs Hotman Paris

Selain itu kata Ali dengan tidak adanya dalil dari Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno mengenai kesalahan penghitungan suara KPU maka menunjukan Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno mengakui hasil penghitungan KPU.

“Sehingga tidak ada bukti termohon melakukan kesalahan dalam penghitungan suara seperti yang diajukan pemohon,” imbuh Ali.

Bukti-bukti yang diajukan tim kuasa hukum 02, imbuh Ali, menunjukan jika Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno telah membantah isu yang berkembang di masyarakat atas tuduhan KPU telah melakukan kecurangan dalam penghitungan suara.

AKHIRNYA, Menteri Keuangan Pastikan Gaji ke-13 Keluar Pada 1 Juli 2019, Besarannya Segini

“Tentunya sejak awal pemohon akan mengajukan kesalahan penghitungan suara baik tingkat Desa hingga tingkat nasional,” jelas Ali.

Fakta yang diajukan tim kuasa hukum Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno juga kata Ali membantah soal klaim kemenangan yang diumumkan Capres 02 Prabowo yang mengaku telah memperoleh suara 68 persen.

Ali juga mempermasalahkan bukti baru yang diajukan oleh tim kuasa hukum Prabowo-Sandi.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved