PPDB

Jalur Zonasi Ukur Radius Rumah ke Sekolah, Proses Verifikasi PPDB Online Jadi Lama

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memasuki tahapan pra pendaftaran. Mereka yang memilih jalur zonasi diwajibkan datang ke sekolah untuk melakukan p

Jalur Zonasi Ukur Radius Rumah ke Sekolah, Proses Verifikasi PPDB Online Jadi Lama
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Petugas PPDB SMPN sedang melakukan proses verifikasi penetapan radius rumah calon peserta didik ke sekolah. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memasuki tahapan pra pendaftaran.

Mereka yang memilih jalur zonasi diwajibkan datang ke sekolah untuk melakukan proses verifikasi data.

Pada PPDB tahun 2019 ini, ada perbedaan proses verifikasi data jalur zonasi, yang awalnya hanya di ukur jarak sekolah berdasarkan area Kelurahan dan Kecamatan saat ini berdasarkan radius.

"Iya untuk proses verifikasi pra pendaftaran ini jadi cukup menyita waktu ya. Karena kan harus tentukan titik koodinat rumahnya lalu diukur radius ke sekolah tujuan," kata Wakil Ketua Pelaksana PPDB Online SMP Negeri 1 Kota Bekasi, Nursyofiyeti kepada Wartakota, Selasa (18/6/2019).

Nursyofiyeti mengungkapkan misalnya di sekolahnya SMPN 1 hanya ada tiga perangkat komputer dalam proses pra pendaftaran, ditambah tugas operator harus menentutkan titik koordinat rumah calon peserta didik.

"Ini kan yang agak susah menentukan titiknya bagi yang rumahnya di gang-gang. Jadi proses verifikasi satu orang bisa butuh waktu 7-10 menit," ucapnya.

Adapun penentuan titik dilihat dari alamat yang tertera di KTP orangtua dan Kartu Keluarga.

"Insya Allah sesuai dan engga meleset, nanti kan aplikasi google maps terlihat jelas lokasi rumahnya dimana dan itu jadi titiknya" jelasnya.

Sehingga pada saat hari pertama membludaknya calon peserta didik yang ingin melakukan verifikasi berkas membuat sekolah kuwalahan.

"Namanya hari pertama pasti ramai, banyak khawatir yang engga kebagian. Padahalkan engga mesti yang daftar pertama keterima. Kan masih ada waktu sampai tanggal 29 Juni 2019," ungkapnya.

Untuk itu di SMPN 1 Kota Bekasi membatasi antrean proses pra pendaftaran hanya sampai 100 tiap harinya.

"Kita batasi antrean sampai 100 saja karena tidak memungkinkan kalau terus menerus di buka dalam satu hari. Kita juga kan terbatas jam kerja, tenaga pantia juga terbatas. Warga yang tidak dapat antrean hari ini bisa kembali esok hari. Batas waktu sampai 29 Juni," kata Nursyofiyeti.

Dia menambahkan di tahun ajaran ini diterapkan sistem pengukuran jarak berdasarkan radiua supaya lebih presisi dan adil.

"Dulu kan kalaupun dekat dengan sekolah tapi ternyata beda kelurahan tetap dapat poinnya kecil. Kalau sekarang dihitung radius jadi mereka yang lebih dekat dengan sekolah yang dapat poin besar," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved