Pilpres 2019

Hanya Siapkan 10 hingga 15 Saksi Hadapi 30 Saksi dari BPN, Ketua KPU Tersenyum Ditanya Alasannya

"(Jumlah saksi) Saya serahkan sepenuhnya pada majelis. Kalau kami nggak perlu banyak, yang relevan saja,"

Hanya Siapkan 10 hingga 15 Saksi Hadapi 30 Saksi dari BPN, Ketua KPU Tersenyum Ditanya Alasannya
Tribunnews/Jeprima
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersama anggota komisioner KPU Hasyim Asyari, Evi Novida Ginting Manik, Pramono Ubaid Tanthowi dan Ilham Saputra saat menggelar konferensi pers terkait Pembatalan Partai Politik Sebagai Peserta Pemilu Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Yang Tidak Menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019). 

Sidang Sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 terus bergulir. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menyebutkan pihaknya selaku Termohon telah mempersiapkan sepuluh hingga 15 orang saksi.

Para saksi tersebut disiapkan untuk menganulir gugatan Pemohon, yakni Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"(Jumlah saksi) Saya serahkan sepenuhnya pada majelis. Kalau kami nggak perlu banyak, yang relevan saja," ungkapnya kepada wartawan sebelum sidang di Gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (18/6/2019).

Jawaban Yusril setelah Pernyataannya Digunakan dalam Materi Gugatan oleh Kubu Lawan

Semula 12 Truk, Kemudian Empat Truk, dan Akhirnya Hanya Tiga Truk Barang Bukti BPN yang Sampai MK

Angka Klaim Kemenangan Berubah Jadi 52 Persen, Ini Penjelasan BPN Prabowo-Sandi

Terkait jumlah saksi yang bakal dihadirkan pihak BPN Prabowo-Sandi yang diketahui mencapai sebanyak 30 orang, Arief hanya tersenyum.

Dirinya mengaku menyerahkan seluruh keputusan kepada majelis Hakim MK.

"Saya serahkan pada majelis aja. (Saksi KPU) nggak banyak, kemungkinan nggak lebih dari sepuluh, kurang dari 15 lah."

Selamat! Bang Doel Rano Karno Baru Saja Dikaruniai Cucu Perempuan

Namun, berbeda dengan saksi, Arief justru mempermasalahkan keputusan Majelis Hakim MK terkait pengurangan jumlah saksi yang bakal dihadirkan dalam sidang Sengketa Pilpres 2019, yakni dari semula empat orang saksi menjadi dua orang saksi.

"Ahli kayaknya perlu ditambah, kemarin kita merancang ada empat-lima ahli, tapi dibatasi ada dua.

Ahli sebetulnya yang agak kita perlu.

Persija Jakarta Segera Ikuti Bali United Go Public, Saat Ini Tengah Menunggu Audit

Sementara, menanggapi soal materi gugatan BPN Prabowo-Sandi yang memohon kepada Majelis Hakim MK untuk menerima gugatan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan sejumlah provinsi lainnya, Arief kembali tersenyum.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved