Isu Makar

Kuasa Hukum Sebut Kivlan Zein Kembali Diperiksa Jadi Saksi Habil Marati

Kuasa Hukum tersangka kasus makar Mayjen (Purn) Kivlan Zein Muhammad Yuntri menuturkan kliennya itu kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi

Kuasa Hukum Sebut Kivlan Zein Kembali Diperiksa Jadi Saksi Habil Marati
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kivlan Zein di Polda Metro Jaya, Kamis (16/5). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Kuasa Hukum tersangka kasus makar Mayjen (Purn) Kivlan Zein Muhammad Yuntri menuturkan kliennya itu kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Habil Marati, Senin (17/6/2019).

Pemeriksaan ini katanya merupakan pemeriksaan lanjutan pada Jumat (14/6/2019).

"Pada pemeriksaan Jumat malam berhubung beliau sakit gigi dihentikan sementara. Hari ini dilanjutkan kembali. Beliau sudah diobati tadi di poli klinik gigi. Ahamduliah lumayan sembuh. Dan pemeriksaan dilanjutkan sekarang tentang aliran dana dari tersangka Habil Marati," kata Yuntri, Senin (17/6/2019).

Menurut Yuntri, Kivlan Zein diperiksa di Ditreskrimum Polda Metro Jaya sejak pukul 11.00.

"Jumat kemarin 11 pertanyaan. Sekarang ini masih berlanjut, belum tahu jumlahnya dan masih proses," katanya.

Terkait materi pemeriksaan kata Yuntri, yakni soal aliran dana Rp 150 Juta dalam bentuk 150.000 dolar Singapura dari Habil Marati ke Kivlan Zein yang menurut polisi akan digunakan untuk membeli senjata dan dana operasional rencana pembunuhan 4 tokoh nasional.

"Materi pemeriksaan soal aliran dana saja. Kalau masalah BAP saya gak bisa bocorkan, itu rahasia negara. Tapi beliau pernah bercerita sama kami kuasa hukumnya, bahwa semua aliran dana tidak ada hubungannya dengan pembelian senjata dan tidak ada hubungan dengan masalah oembunuhan dan sebagainya," kata Yuntri.

Karenanya kata Yuntri dana dari Habil Marati ke Kivlan Zein bukan untuk membeli senjata api apalagi merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional.

"Beliau ini kan komitmen anti komunis. Jadi dalam momentum supersemar 11 maret, Iwan ditugaskan untuk demo dan dia menyanggupi seribu orang dari banten dan sebagainya. Jadi dana untuk itu. Tapi nyatanya tidak ada, dan kemudian Iwan menghilang. Kan begitu dan dicarilah Iwan ini oleh Pak Kivlan dengan Azmi untuk diminta pertanggungjawaban itu," katanya.

"Nah kemudian ada lagi aliran dana Rp 50 juta untuk tour ke daerah-daerah untuk mengantisipasi gerakan-gerakan komunis," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved