Pernikahan

Koalisi Perempuan Indonesia: Praktik Kawin Kontrak di Indonesia Memprihatinkan

Memprihatinkan, itulah komentar Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari, terkait masih maraknya praktik kawin kontrak.

Koalisi Perempuan Indonesia: Praktik Kawin Kontrak di Indonesia Memprihatinkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/JULISABARA
Rumah milik pria berinisial Ag terduga dalam kasus sindikat kawin kontrak berada di Kompleks Surya Purnama terlihat sepi dan tertutup, Kamis (13/6/2019) pukul 20.25 malam WIB. 

Memprihatinkan, itulah komentar Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari, terkait masih maraknya praktik kawin kontrak di Indonesia.

FENOMENA kawin kontrak sudah lama ada dan hingga kini tampaknya belum akan hilang dari bumi Indonesia.

Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, Dian Kartikasari.

Menurut Dian, praktik kawin kontrak yang sudah berjalan lama dan banyak terjadi di berbagai daerah, termasuk di daerah pertambangan, memang memprihatinkan.

Kawin kontrak, sebagian besar berlatar belakang ekonomi, baik bagi si laki-laki maupun perempuan.

 Ryamizard Ungkap Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden

 7 DAFTAR KECURANGAN Paslon 01 Dibongkar Pengacara Prabowo, dari Harta Jokowi sampai Buzzer Polisi

 Tim Hukum Prabowo-Sandi Klaim 30 Orang Siap Bersaksi di MK, tapi Minta Jaminan Keselamatan

"Tapi dalam beberapa kasus, kawin kontrak terjadi karena pihak yang kawin tahu bahwa pasangannya tinggal di daerah tersebut memang dalam kurun waktu tertentu," kata Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari saat dihubungi Antara, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Dia menuturkan, kawin kontrak menjadi praktik perdagangan orang jika ada tujuan atau terjadi eksploitasi.

Tapi jika tidak terjadi eksploitasi, maka sulit diketegorikan sebagai tindak perdagangan orang.

Menurut Dian, pencegahan terjadinya kawin kontrak bisa dilakukan melalui peningkatan ekonomi dan pemberdayaan perempuan.

Termasuk membangun kesadaran perempuan untuk tidak dijadikan objek oleh kaum laki-laki.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved