Kabar Artis

Barbie Kumalasari Sex 8 Kali Sehari, Ini 8 Dampak Negatif Bagi Tubuh

Selain membawa dampak positif, hubungan intim yang dilakukan secara berlebihan juga membawa dampak negatif. Dari infeksi hingga gagal jantung.

Barbie Kumalasari Sex 8 Kali Sehari, Ini 8 Dampak Negatif Bagi Tubuh
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Barbie Kumalasari ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018). 

Pemain sinetron Barbie Kumalasari buka-bukaan dengan urusan ranjangnya. Di awal pernikahan ia mengaku pernah berhubungan 8 kali sehari bersama dengan pasangannya Galih Ginanjar.

Menurut dia, hubungan intim harus rajin dilakukan oleh pasangan suami istri agar rumah tangga harmonis.

"Ya buat saya, berhubungan intim sama saja berolahraga karena membakar kalori kan," tutur Barbie Kumalasari saat ditemui di Gedung Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019) dikutip dari Wartakotalive.

Pemeran Mpok Ijah dalam sinetron Bidadari itu mengungkapkan jika intensitas tersebut kerap dia lakukan dilakukannya selama tiga tahun pernikahannya.

Bahkan, awal pernikahannya pada tahun 2015, dia dan sang suami biasa melakukannya hingga berkali-kali.

"Waktu awal-awal nikah sih sehari 8 kali berhubungan intim sama suami," ucap Kumalasari.

Pernyataan wanita kelahiran 7 Mei 1982 itu pun menuai kontroversi publik. Pasalnya walaupun sex memiliki dampak positif, aktivitas tersebut juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh jika dilakukan secara berlebihan.

Seperti dikutip dari kompas.com setidaknya ada dampak negatif dari aktivitas sex yang dilakukan secara berlebihan.

Berikut ke 8 dampak negatif sex yang dilakukan secara berlebihan.

1. Lecet atau memar Ini adalah salah satu efek yang jelas akibat seks berlebihan karena banyaknya gesekan yang terjadi. Hal ini terutama terjadi ketika Anda melakukan seks yang kasar. 

2. Nyeri dan pembengkakan Wanita rentan terhadap perasaan nyeri setelah “sesi panas” di kasur. Hal ini biasanya diakibatkan oleh gesekan pada dinding vagina saat penetrasi. 

3. Dehidrasi Berhubungan seks melibatkan fisik yang akan membuat Anda berkeringat dan kehilangan banyak cairan. Jika Anda berhubungan seks berulang-kali tanpa minum, Anda bisa mengalami dehidrasi dalam waktu singkat.

Efek ini akan semakin parah jika Anda mengkonsumsi alkohol saat berhubungan intim.

4. Infeksi saluran kencing (ISK)

Seks terlalu sering, terutama dengan pasangan yang berbeda, dapat mengakibatkan wanita mengalami kondisi ini. Tabung uretra yang yang menghubungkan daerah luar ke dalam kandung kemih berada tepat di sebelah vagina, kata ob-gyn Mary Jane Minkin, MD., seorang dosen klinis di Yale School of Medicine.

Bila Anda melakukan seks, bakteri dari vagina bisa masuk ke dalam uretra, yang menghubungkan kandung kemih. Dan ketika Anda melakukan banyak aktivitas seks dalam waktu yang singkat, Anda rentan terkena infeksi ini.

5. Nyeri punggung bawah Setelah sesi panjang dari penetrasi terus menerus, Anda dapat menderita nyeri punggung bawah. 

6. Masalah klimaks Pria sering kali tidak dapat mencapai orgasme setelah melakukan seks terlalu sering dalam waktu berdekatan. Ini adalah reaksi normal dan Anda tidak perlu khawatir akan hal itu. Ini biasanya terjadi akibat kelelahan atau berkurangnya jumlah sperma atau tingkat air mani. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengisi ulang sebelum Anda kembali melakukan seks.

7. Imunitas lemah Kekebalan Anda dapat melemah jika melakukan seks terlalu sering. Hormon prostaglandin E-2 dilepaskan ke dalam aliran darah saat berhubungan seks.

Hormon ini dapat menyebabkan masalah seperti melemahnya kekebalan tubuh, rusaknya jaringan, nyeri saraf dan otot, serta kurangnya rangsangan seksual jika diproduksi secara berlebihan.

8. Serangan jantung Meskipun hal ini jarang terjadi, ada beberapa situasi ketika seseorang menderita serangan jantung selama hubungan seksual. Meskipun seks baik untuk jantung Anda, karena ia sama dengan olahraga kardiovaskular, namun Anda harus melakukannya dengan mempertimbangkan bahwa Anda atau pasangan Anda memiliki riwayat jantung.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved