AP II Tutup Angkutan Lebaran dengan 4,2 Juta Pergerakan Penumpang

Pergerakan pesawat selama angkutan Lebaran mencapai 32.056 pergerakan, terdiri dari 26.274 di rute domestik dan 5.782 rute internasional.

AP II Tutup Angkutan Lebaran dengan 4,2 Juta Pergerakan Penumpang
Dok. AP II
Jumlah penumpang pesawat selama angkutan Lebaran 2019 (H-7 hingga H+7) di 16 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) mencapai 4,23 juta orang. 

Jakarta – Jumlah penumpang pesawat selama angkutan Lebaran 2019 (H-7 hingga H+7) di 16 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) mencapai 4,23 juta orang. Periode angkutan Lebaran itu mulai 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019.

Dari jumlah tersebut, penumpang di rute domestik tercatat 3,39 juta orang dan di rute internasional mencapai 845.957 orang.   

Apabila diambil rata-rata maka jumlah penumpang per hari mencapai sekitar 265.000 orang per hari. Jumlah ini naik sekitar 10-20 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang harian sebelum angkutan Lebaran di tahun ini. 

Adapun pergerakan pesawat selama angkutan Lebaran mencapai 32.056 pergerakan, terdiri dari 26.274 di rute domestik dan 5.782 rute internasional. 

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan jumlah penumpang pesawat terus mengalami kenaikan sejak awal tahun hingga angkutan Lebaran ini. 

“Jumlah penumpang tengah dalam tren naik, hingga pada angkutan Lebaran ini mencapai sekitar 265.000 orang per hari. Dari angka tersebut, jumlah penumpang internasional juga cukup menggembirakan yakni mencapai 50.000 orang per hari,” ungkap Muhammad Awaluddin dalam pernyataan resmi, Minggu (16/6/2019).

Menurut Muhammad Awaluddin, cukup tingginya jumlah penumpang di rute internasional itu merupakan dampak dari upaya PT Angkasa Pura II mengoptimalkan kinerja bandara. “Salah satu upaya untuk meningkatkan volume penerbangan internasional seperti misal dioperasikannya Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sebagai international low-cost carrier terminal,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Adapun selama angkutan Lebaran ini jumlah penumpang internasional di Soekarno-Hatta mencapai 648.742, atau sekitar 76 persen dari total penumpang internasional saat angkutan Lebaran.

AP II memang memproyeksikan Soekarno-Hatta sebagai hub penerbangan internasional supaya sektor penerbangan dapat optimal mendorong pertumbuhan perekonomian dan pariwisata. 

“Fokus kami adalah menjadikan Soekarno-Hatta sebagai hub internasional. Penumpang rute internasional begitu mendarat di Soekarno-Hatta kemudian memiliki berbagai pilihan penerbangan untuk menjangkau kota-kota lain di Indonesia,” jelas Muhammad Awaluddin. 

Begitu juga sebaliknya, dirinya ingin  Soekarno-Hatta bisa terkoneksi  lebih banyak lagi dengan kota-kota di dunia. “Target kami adalah penumpang dari Soekarno-Hatta memiliki beragam pilihan tujuan di dunia ini,” sambung Muhammad Awaluddin.

Di samping Soekarno-Hatta, AP II juga dalam proses menjadikan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai hub internasional kedua atau secondary hub. 

Letak Kualanamu sangat strategis dan berdekatan dengan Bandara Changi di Singapura, sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi hub di Asia Tenggara.

“Fokus pengembangan Soekarno-Hatta menjadi hub internasional dan Kualanamu sebagai secondary hub merupakan upaya AP II meningkatkan konektivitas penerbangan di Indonesia guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan tentunya pariwisata,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved