Pilpres 2019

Moeldoko Ingatkan Pendukung Prabowo-Sandi, Jangan Merasa Punya Kekuatan Lalu Gelar Aksi Jalanan

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko meminta kepada semua pihak menjaga suasana sidang sengketa Pilpres 2019 di MK.

Moeldoko Ingatkan Pendukung Prabowo-Sandi, Jangan Merasa Punya Kekuatan Lalu Gelar Aksi Jalanan
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). 

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko meminta kepada semua pihak untuk menjaga suasana sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung damai.

Menurutnya, pendukung pasangan 02 Prabowo-Sandiaga harus mengikuti arahan pemimpinnya untuk tidak melakukan aksi-aksi di jalan saat berlangsungnya sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Harus konsisten apa yang diucapkan oleh pimpinannya dengan yang di bawah. Jangan mereka merasa punya kekuatan. Itu 01 relawannya juga banyak, cuma saya tahan aja itu," ujar Moeldoko di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com)

Ingatkan Demonstran di Sekitar MK, Moeldoko: Kami akan Bikin Sesuatu Kalau Macam-macam

"Jadi jangan merasa mereka yang punya kekuatan. Relawan kita banyak kalau mau saya turunkan. Cuma marilah kita sama-sama jaga situasi dengan baik, masyarakat sudah tenang, sudah merasa nyaman, dimunculakan lagi ada gerakan lapangan. Buat apa itu? Sudah percayakan saja pada MK yang ngga lama ya," tutur Moeldoko.

Moeldoko Geram Rencana Pembunuhan 5 Tokoh Nasional Dikira Skenario dari Pemerintah

Ia pun mengimbau kepada semua pihak agar tidak melakukan provokasi atau tindakan yang melanggar hukum, dimana aparat kepolisian nantinya dapat menindak tegas.

"Ya pokoknya, jangan macam-macam, negara ini perlu damai, masyarakat perlu damai. Jangan bikin macam-macam, kita akan bikin sesuatu kalau macam-macam," tutur mantan Panglima TNI itu.

Mengada-ada

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily angkat bicara terkait tudingan tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa ada penggerusan dan penggelembungan suara Pilpres 2019 di 25 Provinsi.

Ace mempertanyakan sumber data tudingan tersebut,.

"Angka itu berasal dari mana?" kata Ace, Jumat, (14/6/2019).

Halaman
1234
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved