Breaking News:

Pengantin Pesanan

KRONOLOGI Penggerebekan Mafia Perdagangan Manusia dengan Modus Pengantin Pesanan di Pontianak

KRONOLOGI Penggerebekan Mafia Perdagangan Manusia dengan Modus Pengantin Pesanan di Pontianak, 9 Orang Diamankan hingga Tempat Penampungan di Purnama

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/JULISABARA
Rumah milik pria berinisial Ag terduga dalam kasus sindikat kawin kontrak berada di Kompleks Surya Purnama terlihat sepi dan tertutup, Kamis (13/6/2019) pukul 20.25 malam WIB. 

Kasus pengungkapan sindikat kawin kontrak atau dikenal juga sebagai pengantin pesanan di Pontianak melibatkan dua warga negara Indonesia (WNI) dan 7 orang warga negara asing (WNA).

Mereka diamankan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) bersama pihak Imigrasi Kalbar.

Namun hingga saat ini, sembilan orang tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menerangkan kronologi diamankannya 7 WNA dan 2 WNI.

Pihak kepolisian bersama Imigrasi Kalbar mengamankan mereka yang diduga kuat terlibat kasus perdagangan orang dengan modus sindikat kawin kontrak atau pengantin pesanan.

Kapolda mengatakan, mulanya hanya dua WNA yang berasal dari Tiongkok yang diamankan saat di sebuah rumah mewah di Jl. Purnama, komplek Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu (12/6/2019) malam.

"Kemudian setelah dilakukan pengembangan, tujuh orang kembali diamankan. Tujuh laki-laki WNA dan dua orang WNI, satu di antaranya ini perempuan (WNI)" ujarnya saat ditemui di Mapolda Kalbar, Kamis (13/6/2019).

Penggerebekan Sindikat Perdagangan Orang dengan Modus Pengantin Pesanan, 9 WNI dan WNA Diamankan

Mulai 12 Juli 2019 di Jabar, Sampah Plastik Bisa Ditukar Jadi Emas

Ditolak Tebus Gadai Istri Rp250 Juta ke Pria Lain dengan Tanah, Hori Bunuh Orang Salah Sasaran

Petugas Imigrasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, bersama kepolisian memeriksa rumah yang ditengarai sebagai tempat penampungan warga negara asing, Rabu (12/6/2019).
Petugas Imigrasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, bersama kepolisian memeriksa rumah yang ditengarai sebagai tempat penampungan warga negara asing, Rabu (12/6/2019). (KOMPAS.com/HENDRA CIPTA)

Menurut polisi,  WNI tersebut merupakan agen atau penampung ketujuh WNA tersebut.

Dalam penggerebekan pada Rabu malam tersebut, jajaran Ditreskrimum Polda Kalbar beserta Imigrasi Kalbar menyita sejumlah barang bukti berupa cap atau stempel, foto copy KTP, NPWP, dan lainnya.

Dia mengatakan dengan adanya sejumlah dokumen tersebut, menjadikan barang bukti kuat bahwa rumah itu merupakan tempat penampungan jaringan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak atau pengantin pesanan.

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved