Jawaban Yusril setelah Pernyataannya Digunakan dalam Materi Gugatan oleh Kubu Lawan

Ketika Yusril Ihza Mahendra dihadirkan dalam sidang Sengketa Pilpres diajukan kubu Prabowo-Hatta Rajasa di MK.

Jawaban Yusril setelah Pernyataannya Digunakan dalam Materi Gugatan oleh Kubu Lawan
Antara/Sigid Kurniawan/wsj
Ilustrasi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani (kiri) bersama kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra (tengah) dan Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Juri Ardiantoro (kanan) berkonsultasi dengan petugas di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (27/5/2019). TKN mendatangi MK untuk meminta penjelasan tentang menjadi pihak terkait dalam permohonan gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019. ( 

Suasana ruang Sidang Sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (14/6/2019) sedikit ramai setelah Kuasa Hukum Prabowo-Sandi mengutip pernyataan Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra dalam permohonan gugatan.

Pihak anggota BPN Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah tidak memiliki motivasi atau tendensi atas pilihan Yusril membelot dan kini membela kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pernyataan Yusril yang dikutipnya diakui menguatkan permohonan pihaknya.

"Kami dorong dengan mengutip pendapat para ahli hukum semua, salah satunya Pak Yusril. Memang kebetulan beliau jadi tim kuasa hukum paslon 01, tapi beliau berpendapat sama dengan kami," kata Nasrullah di Gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (14/6/2019).

Pernyataan Yusril, yang dikutip pihaknya, adalah ketika Yusril dihadirkan dalam sidang Sengketa Pilpres diajukan kubu Prabowo-Hatta Rajasa di MK pada tahun 2014 silam.

 Dishub DKI Antisipasi Penumpukan Kendaraan Sebagai Dampak Penutupan Jalan Setia Budi Tengah

Massa Aksi Damai Sidang Gugatan Piplres Mulai Membubarkan Diri dari Patung Kuda Monas

Ketika itu, Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan selaku saksi ahli bagi pihak pemohon.

Dalam kesempatan tersebut, Yusril Ihza Mahendra menyebut, MK harus menjalankan kewenangan secara substansial dalam memeriksa, mengadili, dan memutus sengketa pemilihan umum, khususnya perselisihan Pilpres.

"Pendapat ahli pun banyak yang menguatkan agar Mahkamah Konstitusi (MK) tidak dibatasi oleh keadilan prosedural Undang-Undang, tetapi lebih menegakkan keadilan substantif konstitusi. Yang pertama, adalah rekan sejawat kami yang terhormat Profesor Yusril Ihza Mahendra, yang saat ini menjadi Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon 01," ungkap Nasrullah.

 Anak Ungkapkan Kisah Kehidupan Mereka Sangat Luar Biasa Selama 14 Tahun Robby Sugara Selingkuh

Namun, kutipan pernyataan yang dihadirkan setelah lima tahun berselang itu langsung dibantah oleh Yusril Ihza Mahendra, yang menyebut, pernyataan itu tidak relevan dengan Pilpres 2019.

Terkait hal tersebut, Nasrullah menyebut tidak masalah, sebab pesan yang disampaikan Yusril senyatanya menuntut MK menjalankan tugas dan memutus perkara secara adil.

"Boleh saja beliau berdalih seperti itu, bahwa omongannya nggak relevan lagi, beliau kan sebenarnya menginginkan MK harusnya seperti itu kan," katanya.

Siti Nurbaya Berharap Konflik Agraria Kawasan Hutan Serius Diselesaikan Melalui Reforma Agraria

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved